6 Bottle Neck di Boyolali Rawan Laka dan Kemacetan
Senin, 22/9/2008 | 18:01 WIB

BOYOLALI, SENIN - Para pemudik diminta waspada saat memasuki Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, karena ada enam jalur menyerupai leher botol (bottle neck). Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho melalui Kasat Lantas AKP Hindarsono, di Boyolali, Senin (22/9) mengatakan jalur itu sangat berbahaya bagi pemudik yang kurang berhati-hati. "Kita meminta para pemudik lebih berhati-hati saat melintasi jalur yang menyempit kemudian melebar (bottle neck). Jalur ini rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas," katanya.
     
Ia mengatakan, enam jalur tersebut - antara lain Ampel, Kenteng, kebonan, Bulusari, Ngangkruk dan Ngancar -  merupakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Biasanya para pemudik pengguna kendaraan bermotor lengah dengan jalur ini yang tingkat kepadatan arus pengguna jalan sangat tinggi sehingga rawan kemacetan dan kecelakaan. Untuk wilayah Mojosongo-Teras -Banyudono, pemudik diharapkan  berhati-hati dengan kondisi jalan yang bergelombang dan rusak.

Sementara pada H-9 Lebaran di jalur Boyolali-Solo hingga kini jumlah kendaraan yang melintas dari arah Semarang sedikit mengalami peningkatan dibanding sehari sebelumnya. Kendaraan angkutan barang dan kendaraan pribadi lebih menonjol dibanding kendaran lainnya, seperti bus, kendaraan roda dua, dan angkutan peti kemas.

Menurut Kasat Lantas, arus mudik mulai padat diperkirakan H-6 Idulfitri 1429 H. "Kita mulai siaga H-7 Lebaran dan petugas telah menyiapkan sebanyak enam poskam yang ditempatkan di daerah rawan kecelakaan. Jalur Boyolali, tambah Kasat lantas sebagian besar rawan kecelakaan karena medan jalan menanjak, menurun dan banyak jalan penyempitan sehingga pemudik diminta waspada.


SBT
Sumber : Antara
Share on Facebook
A A A
komentar anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort