Toyota Fortuner Menaklukkan Segala Medan
Jumat, 5/9/2008 | 13:24 WIB

Melibas genangan air atau menerabas lumpur setinggi 40 sentimeter dengan Toyota Fortuner pasti lolos. Tapi, jangan keliru memilih tipenya karena Fortuner kini ada yang gerak dua roda (2WD) dan gerak empat roda (4WD), keduanya sama-sama berkapasitas 2.700 cc. Nah, untuk menghajar dua rintangan di atas pakai yang 4WD.

Enaknya, transmisinya otomotis dengan empat instruksi H, HL, N dan LL. Nah, lo bingung kan karena pada sistem 4WD umumnya terdapat 4L dan 4H. Melalui tes jalan ke Waduk Jati Luhur, Jawa Barat  dicoba semua sistem tersebut.

Ketika tuas persneling matik di H  menandakan Fortuner termewah ini dilengkapi sistem penggerak full time all wheel drive. Tenaga mesin didistribusikan ke depan dan belakang melalui transfer case dengan perbandingan 40:60.

Asyiknya, SUV gambot ini dilengkapi Limited Slip Differential (LSD) dengan torque sensing (TORSEN). Jadi, salah satu roda terjebak di kubangan lumpur, tenaga akan dipindahkan ke roda lain agar bisa ke luar.

Kala tuas dipindahkan ke HL, diferensial tengah terkunci sehingga seluruh tenaga dibagi merata ke depan dan belakang serta LSD tidak bekerja. Pemakaiannya ketika menaklukkan medan sedikit berat.

Seumpama medannya teramat berat, pakai LL. Selain diferensial tengah terkunci, perbandingnan gigi yang ke luar dari transfer case diperbesar menjadi 1:2, sementara dengan HL perbandingannya 1:1.
 
Sangat tidak tepat jika LL dipakai di jalan aspal atau bertanah kering. Karena tenaganya akan terasa sekali. Begitu juga dengan yang H bisa membuat pemakaian bahan bakar boros. Dan dari hasil uji coba, pemakaian dalam kota 7,2 liter/km dan 9,4 liter/km di jalan tol.

Dari medan berlumpur, Fortuner coba diajak ke jalan berbatuan. Juga tak masalah, karena ground clearence yang tinggi dan jarak main suspensi cukup panjang, bikin Fortuner enteng melahapnya.

Bagaimana dengan interiornya? Sama saja dengan versi 2WD, kecuali pada jok pengnemudi. Untuk Fortuner 4x4 dikasih jok elektrik dan beda harganya dengan tipe 2.7 G A/T sekitar Rp 49 juta.(Susanto P Ari)

 


SBT
Nilai 4.2 A A A
komentar anda
Pierre @ Sabtu, 22 November 2008 | 10:15 WIB
knapa sih di indo fortuner mesinnya kecil. di bbrp negara pake 4 litre V6, 4WD matic. tenaganya gedeee...
4x4 @ Selasa, 4 November 2008 | 10:01 WIB
Jangan bandingin SUV Fortuner dengan X-Trail untuk soal kenyamanan bos..Fortuner masih dalam kategori SUV sejati yang heavy duty walaupun yg 2wd sekalipun karena masih pakai ladder chassis kayak real jip seperti TLC,Jeep CJ/Wrangler(not cheroke atau Jimny,Vitara bahkan sampai Grand Vitara,but the other competitor of SUV is just like sedan with big tires only..so this is why you fell more comfort with X-Trail or may be CRV
Dana @ Sabtu, 18 Oktober 2008 | 18:13 WIB
Mobil diesel jaman skrg dah oke.. irit, ga polusi, ga berisik dan ngacir abis.. tapi cm produk eropa dan amrik.. Jepang cm bs ikut2 tp ga oke, payah powernya dan solarnya boros bgt.. Numero uno buat diesel tetep Captiva.. 150 Hp
fransisS @ Jumat, 17 Oktober 2008 | 23:08 WIB
...boros tapi powerfull? fortuner 7 pax 2.7l enginne weight 2t tanjakan tidak ada masalah koq,.... saya buktikan sendiri.
fransis s @ Kamis, 16 Oktober 2008 | 21:38 WIB
,,,,cc besar mesin tangguh untuk long life... warna sebaiknya tidak nila, kuning, pink. Fortuner roda tinggi driving malam berpapasan mobil lain tiddak silau dimata, bayangkan malam driving long distance.
15 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort