Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angin Kencang, Hati-hati Tertimpa Baliho Roboh

Kompas.com - 29/09/2023, 15:41 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca panas dan angin kencang belakangan ini terjadi di sebagian wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Belum lama ini, bahkan sampai terjadi kecelakaan diduga baliho roboh dan menimpa pengendara sepeda motor.

Dalam unggahan pada akun Instagram @infodepok.id, Jumat (29/9/2023), disebutkan bahwa baliho roboh dan meniban satu keluarga yang sedang berkendara menggunakan sepeda motor.

Baca juga: Angin Kencang, Tiang Roboh Hampir Menimpa Mobil di Depok

"Korban bersama istri dan anaknya tertimpa baliho partai yang rubuh karna tertiup angin yang berada di pinggir jalan depan RM. Dapur Juang, Gg. Nangka Depok," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Menurut pengakuan warga sekitar, yang roboh sebenarnya bukanlah baliho, melainkan spanduk. Sebab, ukurannya tidak sebesar baliho pada umumnya.

"Bukan baliho itu, itu cuma spanduk, paling 2x4 meter. Bukan seperti yang orang-orang bilang," ujar Ilham, satpam yang berjaga di seberang tempat kejadian perkara (TKP), kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Angin Kencang dan Hujan, Pengendara Motor Wajib Waspada

"Itu kejadiannya sekitar jam 2 siang, memang pada saat jam-jam segitu, lagi banyak angin kencang," katanya.

Pada saat redaksi Kompas.com datang ke TKP, memang banyak spanduk atau baliho dadakan. Disebut dadakan karena hanya menggunakan tiang bambu, bukan tiang besi permanen.

Bahkan, ada juga baliho yang tiang bambunya sudah patah. Kemungkinan karena tidak kuat menahan terpaan angin yang kencang. Baliho tersebut terjuntai dan sangat berbahaya jika sampai jatuh tertiup angin dan mengenai pengguna kendaraan bermotor.

Agus Sani, Head of Safety Promotion Wahana, mengatakan, memang beberapa hari ini kondisi angin lumayan cukup kencang. Sebagai pengendara motor tentu harus lebih waspada terhadap potensi bahaya yang bisa saja terjadi.

"Ketika kita berkendara, ada tiga potensi bahaya, yaitu Bahaya Langsung (obyek yang langsung berada di depan), Bahaya Tidak Langsung (obyek yang berada di sekitar lingkungan berkendara) dan, Bahaya Tersembunyi (obyek yang muncul tiba-tiba dan tidak terlihat)," ujar Agus, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Agus menambahkan, pada kondisi saat angin kencang, selain kita fokus pada Bahaya Langsung, kita juga harus waspada terhadap Bahaya Tidak Langsung. Untuk Bahaya Tidak Langsung, bisa datang dari berbagai arah, misalnya baliho, pintu mobil di jalan, dan pergerakan tiba-tiba kendaraan lain.

"Jadi, tipsnya ketika ada angin kencang saat kita berkendara, maka prediksi kita terhadap Bahaya Tidak Langsung ini harus lebih waspada," kata Agus.

"Sebab, kemungkinan bisa saja tiba-tiba pohon roboh atau baliho terbang terkena angin. Jadi, kita harus segera mengurangi kecepatan atau lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman agar kita tidak mengalami kejadian yang tidak diinginkan," ujarnya.

Menurut Agus, Bahaya Tidak Langsung menjadi salah satu faktor kecelakaan berkendara dari faktor Lingkungan. Untuk itu, sebagai pengendara harus bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kapal Selam Wisata Tenggelam di Laut Merah, 6 Orang Tewas
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau