Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berburu di Rombengan Mobil, Banyak Onderdil dan Suku Cadang Copotan

Kompas.com - 01/08/2023, 11:42 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Junkyard atau tempat rombengan mobil bisa jadi opsi lain untuk berburu onderdil. Pada lokasi ini tersedia juga berbagai suku cadang mulai dari pelek, suspensi, sampai mesin mobil.

Kompas.com menyambangi salah satu rombengan mobil atau dikenal dengan istilah "kampakan mobil" di daerah Parung, Bogor, Jawa Barat. Terlihat memang banyak mobil bekas yang teronggok, siap menjadi donor jika ada onderdil yang mau dicopot.

Baca juga: Pemula Coba Main Vespa 2 Tak, Coba Beli Tahun yang Paling Muda

Berbagai onderdil bisa didapatkan di rombengan mobil mulai dari mesin, transmisi, termasuk kaki-kaki mobil seperti tie rod, gardan dan bagian lain. Kemudian kompresor AC, bahkan aneka dasbord mobil.

Bicara di atas kertas, memang ada kelebihan membeli suku cadang mobil copotan. Utamanya yaitu harga yang ditawarkan terjangkau dibandingkan dengan barang original dan bisa dapat barang mobil tua yang sulit dicari.

"Mesin Avanza (1.3) yang itu Rp 13 juta. Kompresor AC (Toyota) Rp 1,2 juta. Suzuki Splash lagi tidak ada, tapi Suzuki biasanya lebih murah," ujar salah satu pekerja kampakan mobil yang Kompas.com temui di Bogor, Senin (31/7/2023).

Jika beruntung bisa juga menemukan suku cadang bekas layak pakai mulai dari yang original hingga collector item, termasuk pelek original bawaan pabrik.

"Kalau pelek lengkap ada empat dijual. Tapi kalau bekas tabrakan cuma sisa tiga paling (kami) ditimbang (dijual per kg)," kata pekerja tersebut.

Baca juga: Infrastruktur Pengisian Baterai Kendaraan Listrik Telah Lampaui Target

Konsumen onderdil copotan ialah orang bengkel walau tak menutup pembeli perorangan. Sebab memang dibutuhkan pengalaman dan pengetahuan cukup untuk membeli onderdil copotan.

Sebab tak ada jaminan kualitas barang copotan. Riwayat pemakaiannya juga tidak diketahui. Kemudian bisa saja ternyata barang tidak cocok meski part number sama karena ada perbedaan tahun dan sebagainya.

"Ada juga yang pribadi. Kalau sekarang diposting. Kalau dulu orang bengkel yang nyari, ramai seperti pasar. Sekarang sudah jarang (yang datang langsung) online. Ya ramainya pindah saja," kata pekerja itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
[FULL] Kapolri soal Pantauan Arus Mudik Lebaran 2025: Fatalitas dan Keamanan Lebih Baik dari Tahun
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau