Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Honda: Membentuk Tim Lebih Susah daripada Cari Pebalap

Kompas.com - 11/02/2020, 12:35 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Astra Honda Motor (AHM) dan sekolah balap bentukannya Astra Honda Racing School (AHRS) punya mimpi besar untuk mengantarkan para pebalap muda Indonesia tampil di kejuaraan dunia.

Misi itu sebetulnya sudah tercapai dengan hadirnya Dimas Ekky serta Andi Gilang yang musim ini turun full series di GP Moto2. Termasuk juga Mario Suryo Aji yang turun laga di CEV Moto3 World Championship.

Baca juga: Alasan AHRT Terjun ke Balapan Garuk Tanah

Bedanya tiga nama tersebut balapan memakai tim lain bukan Astra Honda Racing Team (AHRT). Sebab saat ini AHRT masih berada di level Asia di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC).

Pencapaian AHRT pun sebenarnya tidak bisa dianggap remeh. Meski terbilang tim baru, para pebalapnya seperti Gerry Salim dan Rheza Danica berhasil menyabet gelar juara umum AP250 beberapa kali.

Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur Astra Honda Motor (AHM), mengatakan, saat ini tim AHRT masih bertahan di kelas Asia, dan belum terpikir membuat tim di tingkat kejuaraan yang lebih tinggi.

"Kami punya mimpi besar seperti itu. Hanya saja saat ini tim kami masih berada di ARRC, sedangkan untuk membentuk tim besar di ajang seperti itu kami perlu waktu," kata Inuma belum lama ini.

Baca juga: Honda Belum Mau Ikutan Pakai Alat Bantu Start

Inuma mengatakan, alasan tidak membentuk tim di kejuaraan yang lebih tinggi kelas dunia karena membutuhkan managemen serta sumber daya baik uang, manusia dan waktu yang tidak sedikit.

"Untuk saat ini membentuk tim lebih sulit daripada saat ini kami kerjakan yaitu membina dan mendidik anak muda jadi pebalap. Membentuk tim lebih susah daripada rider," katanya.

Meski demikian Inuma mengatakan mempunyai tim sendiri di ajang dunia ialah mimpi AHM ke depan. Mungkin memang belum bisa dilakukan saat ini, tapi bisa dilakukan di generasi yang akan datang.

"Contoh tim yang saat ini paling sukses ialah HRC. Adapun jika saat ini melihat ke mereka perbandingan kita sangat besar, dan butuh waktu sangat panjang. Tapi kami belajar dan berusaha seperti mereka," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
mulailah berinventasi cermat pada bisnis anda. hemat biaya pengeluaran kantor anda dengan layanan lenere virtual & service office @ cbd setiabudi kuningan, jakarta selatan, hubungi 081298505883


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bertemu PM Hongaria, Netanyahu Bersumpah Hancurkan Poros Iran
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau