Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sistem Tilang Elektronik Dianggap Belum Maksimal

Kompas.com - 10/02/2020, 08:02 WIB
Dio Dananjaya,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Sistem tilang elektronik atau ELTE (Electronic Trafiic Law Enforcement) telah diterapkan di Jakarta. Ada sekitar 25 lokasi yang menggunakan sistem tilang elektronik untuk menindak pelanggaran yang dilakukan kendaraan roda empat dan roda dua.

Kamera ETLE bisa mendeteksi beragam pelanggaran, seperti menerobos lampu merah, melanggar aturan ganjil genap, dan sejumlah pelanggaran lainnya.

Meski begitu, kamera ETLE dalam beberapa kasus dianggap masih belum maksimal, karena bisa diakali. Seperti yang dilakukan seorang pemotor saat melewati jalur Trans Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Daftar Harga Honda Civic Estilo Seken, Tembus Rp 250 Jutaan

Walaupun terekam dengan jelas, pengendara motor tersebut berhasil menutup pelat nomornya menggunakan tangan kiri.

Kejadian ini disebut terjadi di jalur Trans Jakarta koridor 6, tepatnya di Duren Tiga, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Pengamat Transportasi dari Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno, mengatakan, sistem tilang elektronik merupakan lompatan teknologi yang masih memiliki kekurangan dan belum maksimal.

Baca juga: Harga Civic Estilo Seken Makin Mahal, Ini Penjelasan Honda

“Sistem kamera ETLE bisa mengurangi potensi pungli yang dilakukan polisi, sekarang semua orang bisa kena, enggak pandang bulu. Karena sudah tersistem semua,” ujarnya kepada Kompas.com (8/2/2020).

Sistem ini dinilai efektif lantaran bisa bekerja selama 24 jam, dan dapat tetap beroperasi meskipun saat polisi tidak berjaga.

Namun, teknologi ini masih belum sempurna, kasus pemotor yang menutup pelat nomornya dengan tangan jadi salah satu ganjalan.

“Jadi polisi bisa fokus mengatur lalu lintas, daripada menilang pengendara sepeda motor. Tapi memang sistemnya harus jelas, harus bisa akurat. Kalau misal hujan deras gimana, ditutup tangan saja bisa,” ucap Djoko.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau