Tips Jitu Jual Motor Bekas dengan Harga Tetap Tinggi - Kompas.com

Tips Jitu Jual Motor Bekas dengan Harga Tetap Tinggi

Kompas.com - 04/02/2018, 11:22 WIB
Salah satu motor bebek jenis Honda Blade (dua dari kiri) yang dijual di diler motor bekas Kembar Motor di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu motor bebek jenis Honda Blade (dua dari kiri) yang dijual di diler motor bekas Kembar Motor di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Jakarta, KOMPAS.com - Menjual sepeda motor motor ke diler motor bekas mungkin bisa jadi solusi bagi pemilik yang bosan dengan tunggangannya. Asal tidak dimodifikasi dan kondisinya baik, para pengelola diler motor bekas menyatakan bersedia membeli motor dari individu sepanjang ada kesepakatan harga.

Berbicara mengenai kondisi baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemilik motor sebelum menjual kendaraannya ke diler. Beberapa hal ini akan menentukan harga jual maupun kesediaan diler untuk membelinya.

Berikut beberapa hal tersebut yang dirangkum Kompas.com berdasarkan pengakuan beberapa pengelola diler motor bekas:

1. Bodi

Mulusnya bodi motor akan berbanding lurus dengan baiknya harga motor tersebut. Diler tidak akan bersedia membeli dengan harga wajar bila bodi motor sudah ada yang retak dan warnanya kusam.

Karena itu bila ada bagian dari bodi motor yang sudah retak, pemilik disarankan untuk menggantinya dengan yang baru. Tentu saja dengan yang asli. Dengan cara ini, maka motor bisa dibeli dengan harga yang wajar.

Sebagai contoh, bila harga bekas di pasaran dari motor tersebut Rp 6 juta, namun ada bagian dari bodi yang sudah rusak, maka diler biasanya hanya membeli dengan harga Rp 4,5 juta.

"Selesih yang Rp 1,5 juta-nya dipakai untuk beli body yang baru. Karena saya tidak mau jual motor yang bodynya sudah rusak," kata Ahmad Budiharja, pemilik diler Kembar Motor, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Rabu (31/1/2018).

Salah satu Ninja 2 Tak tipe RR yang dijual di diler motor bekas Sukses Motor di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (31/1/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu Ninja 2 Tak tipe RR yang dijual di diler motor bekas Sukses Motor di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (31/1/2018).

2. Ban

Ban adalah salah satu bagian yang juga akan diperhatikan kondisinya oleh diler. Jika ban sudah gundul, motor juga akan cenderung dihargai lebih murah.

Contohnya di diler Sukses Motor, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Di diler ini, pengelola pasti akan mengganti ban dengan yang baru jika kondisinya sudah 50 persen. Biaya pergantian inilah yang akan dibebankan ke pemilik motor. Caranya dengan menghargai motor lebih murah.

"Ban kalau kondisinya sudah 50 persen pasti saya ganti baru. Karena kita menjual kualitas dan ada garansi," kata seorang tenaga pemasaran Sukses Motor, Kawoh.

Ragam ban motor yang dapat digunakan pengendaraFachri Fachrudin Ragam ban motor yang dapat digunakan pengendara

3. Rantai

Khusus pemilik motor bebek dan sport, rantai beserta gear sebaiknya diganti dulu sebelum dijual kembali. Karena jika rantai dan gear masih dalam kondisi baik, maka motor bisa langsung dipajang oleh diler.

"Ban, rantai kalau sudah 50 persen pasti saya ganti. Semakin bagus kondisinya, motor siap display. Kalau rusak kan harus diperbaiki dulu," kata Kawoh.

Rantai motor berkaratrpmsuper.com Rantai motor berkarat

4. STNK Hidup

Enam pengelola diler motor bekas yang ditemui Kompas.com menyatakan hanya mau membeli dan menjual motor yang surat-suratnya jelas. Mereka enggan direpotkan dengan mengurus lebih dulu STNK motor yang masa berlakunya sudah habis.

Jadi bagi para pemilik motor yang masa berlaku STNK-nya sudah habis, sebaiknya mengurus lebih dulu pajak dan perpanjangan jika ingin motornya dibeli dengan harga wajar.

Kolom pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK).Febri Ardani/Otomania Kolom pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK).


EditorAzwar Ferdian
Komentar
Close Ads X