Solusi Buat Motor yang Sudah Jelek dan Tua - Kompas.com

Solusi Buat Motor yang Sudah Jelek dan Tua

Alsadad Rudi
Kompas.com - 16/11/2017, 08:42 WIB
Sebuah Honda MegaPro yang sedang dalam proses modifikasi bergaya scrambler di bengkel custom Clacustique, Depok.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Sebuah Honda MegaPro yang sedang dalam proses modifikasi bergaya scrambler di bengkel custom Clacustique, Depok.

Depok, KompasOtomotif - Seiring berjalannya waktu, tampilan sepeda motor kerap sudah dalam kondisi yang tak menarik untuk dipandang. Jika sudah begini, si pemilik pun acapkali sudah malas untuk menggunakan dan merawatnya.

Kondisi tunggangan yang sudah jelek ini sebenarnya bisa disiasati. Caranya adalah dengan modifikasi. Namun, modifikasi juga jangan sembarangan, karena menyangkut pengesahan surat kendaraan bermotor, ketika mau memperpanjang pajak tahunan.

Saat ini, sudah banyak bertebaran bengkel-bengkel custom yang dapat mengubah sepeda motor agar terlihat menarik kembali. Si pemilik pun punya pilihan untuk mengubah tampilan sepeda motornya sesuai seleranya.

Rabu (15/11/2017), KompasOtomotif berkeliling ke sejumlah bengkel-bengkel modifikasi yang ada di Depok, dari mulai bengkel yang melayani modifikasi bertema custom culture hingga yang mengusung konsep trail.

Sebuah motor hasil modifikasi di bengkel custom Clacustique, Depok.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Sebuah motor hasil modifikasi di bengkel custom Clacustique, Depok.

Custom culture sendiri adalah sebuah istilah yang kerap diasosiaikan untuk modifikasi yang mengarah ke tampilan motor-motor lawas, seperti Cafe Racer, Scrambler, Chooper, atau Bratstyle.

Baca juga : Yogyakarta Tetap Jadi Kota Penggila Sepeda Motor Custom

Ramai Konsumen

Di Depok, salah satu bengkel yang melayani modifikasi dengan gaya ini adalah Clacustique yang beralamat di Jalan Tanah Baru, Pancoran Mas. Menurut sang pemilik, Maiyudi, cukup banyak motor-motor modifikasnya yang sebenarnya merupakan motor yang
dipakai orang kebanyakan.

"Seperti ini kan aslinya MegaPro tahun 2007," ujar Maiyudi memperlihatkan sebuah motor yang sedang digarapnya.

Sejumlah motor hasil modifikasi di bengkel custom Clacustique, Depok.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Sejumlah motor hasil modifikasi di bengkel custom Clacustique, Depok.

Menurut Maiyudi, bengkelnya tak membatasi jenis motor yang akan dimodif. Skutik atau bebek tetap diterima. Sepanjang gaya modifikasinya masih berkiblat pada custom culture. Ia mencontohkan adanya para pemilik motor matic yang memesan modifikasi bergaya low rider.

"Dulu kan sempat ramai matic-matic low rider dengan ban gambot, kita turutin aja. Mau mintanya apa, turutin aja," ucap pria yang akrab disapa Negro ini.

Sebuah motor hasil modifikasi di bengkel custom Garasi 689, Depok.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Sebuah motor hasil modifikasi di bengkel custom Garasi 689, Depok.

Modif Trail

Selain Clacustique, bengkel custom lainnya yang masih berada di sekitar Jalan Tanah Baru adalah Garasi 689. Bedanya, bengkel yang dimiliki oleh Cece Suharja ini mengusung modifikasi berkonsep trail.

Saat ditemui di bengkelnya, Cece tampak sedang mengerjakan modifikasi sebuah motor trail lawas bermesin 2 tak, Suzuki TS 125.

Baca juga : Cleveland Siap Jejakkan Kaki di Pasar Sepeda Motor Custom Indonesia

Menurut Cece, bengkelnya dapat memodifikasi jenis motor apapun menjadi motor trail. Walaupun ia menyarankan bentuk terbaik kebanyakan adalah motor berjenis sport.

"Matic bisa juga. Tapi lebih bagus yang sport, seperti Tiger, Scorpio," kata Cece.

Sejumlah motor hasil modifikasi di bengkel custom Garasi 689, Depok.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Sejumlah motor hasil modifikasi di bengkel custom Garasi 689, Depok.

PenulisAlsadad Rudi
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM