Sikap Benar Saat Menghadapi Aksi Kriminal di Jalan - Kompas.com

Sikap Benar Saat Menghadapi Aksi Kriminal di Jalan

Aris F Harvenda
Kompas.com - 27/09/2017, 10:42 WIB
Perampokan spion yang terjadi di Jakarta Barat.Instagram - @koalisipejalankaki Perampokan spion yang terjadi di Jakarta Barat.

Jakarta, KompasOtomotif – Aksi kejahatan, perampokan dan pengerusakan mobil di jalan kerap terjadi. Paling sering adalah perampokan spion mobil-mobil mewah atau yang laris di pasaran. Saat mengalami kejadian itu, langkah dasar yang harus dilakukan tetap tenang dan jangan bertindak agresif.

“Langkah-langkah terbaik saat mengalami perampokan, contohnya spion, dalam kacamata defensive driving, dimulai dari tetap bersikap tenang. Perampasan spion biasanya cuma butuh waktu puluhan detik, lalu sang perampok melarikan diri,” kata Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) Jusri Pulubuhu, beberapa waktu lalu.

Perampokan atau kejahatan biasanya dilakukan di lokasi jalan yang lalu lintasnya tidak lancar. Situasi itu bikin mobil korban tidak bisa ke mana-mana, maka pilihan terbaiknya adalah bertahan.

Selama hal itu terjadi, penumpang di dalam mobil, termasuk sopir, disarankan jangan melakukan tindakan agresif atau tiba-tiba. Sebagian besar mobil baru, dilengkapi asuransi. Jadi rasanya lebih baik rugi membayar klaim ke perusahaan asuransi daripada bersentuhan langsung dengan perampok.

[Baca juga : Satria Babak Belur Lawan Sonic, Ini Skema Bertahan Suzuki]

Keselamatan

“Jangan bertindak spontan, misalnya turun atau yang lain-lain. Tetap cool down, melakukan pengidentifikasian. Kalau tidak aman, jangan melawan karena lebih baik rugi materi daripada keselamatan,” ucap Jusri.

Diingatkan Jusri, kejahatan seperti ini biasanya dilakukan berkelompok. Jadi, kemungkinan besar masih banyak komplotan penjahat yang tidak terlihat di sekitar mobil.

“Bagaimana kalau ada peluang tindakan ofensif? Kalau perlu tidak dilakukan, karena kalau si perampok cedera berat atau mati, ada payung hukum yang bisa memberatkan pelakunya,” ujar Jusri.

Ketimbang berpikir melakukan tindakan agresif, lebih baik pengemudi membunyikan klakson yang lama. Tujuannya untuk menarik perhatian sekitar agar banyak masyarakat yang terlibat dalam situasi.

PenulisAris F Harvenda
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Aksi Pebalap di Final Honda Dream Cup 2017 (Foto)

Aksi Pebalap di Final Honda Dream Cup 2017 (Foto)

Feature
Ini Pelatih Baru Jorge Lorenzo Musim 2018

Ini Pelatih Baru Jorge Lorenzo Musim 2018

Sport
Suzuki Swift Menghilang

Suzuki Swift Menghilang

Feature
Daftar Jawara Honda Dream Cup 2017

Daftar Jawara Honda Dream Cup 2017

Sport
Sunday Test Drive Harus Sering Digelar

Sunday Test Drive Harus Sering Digelar

Feature
Honda CRF150L Inden Satu Bulan

Honda CRF150L Inden Satu Bulan

News
Suzuki Jualan Ciaz Sampai Stok Habis

Suzuki Jualan Ciaz Sampai Stok Habis

News
Ini Daftar Motor Terlaris di November 2017

Ini Daftar Motor Terlaris di November 2017

News
Pesanan Honda PCX 150 Mulai Menumpuk dari Jawa Timur

Pesanan Honda PCX 150 Mulai Menumpuk dari Jawa Timur

News
Restorasi Mercy G-Class Lawas, Butuh Puluhan Juta Rupiah

Restorasi Mercy G-Class Lawas, Butuh Puluhan Juta Rupiah

Modifikasi
Tunggu ”Revolusi” Pikap Carry Suzuki, Tak Lama Lagi

Tunggu ”Revolusi” Pikap Carry Suzuki, Tak Lama Lagi

Niaga
Fortuner Buatan Indonesia Laku Keras di Filipina dan Vietnam

Fortuner Buatan Indonesia Laku Keras di Filipina dan Vietnam

News
Ribuan Kendaraan Uji Emisi Gratis di Kemayoran

Ribuan Kendaraan Uji Emisi Gratis di Kemayoran

News
Jualan Motor Kembali Minus di November 2017

Jualan Motor Kembali Minus di November 2017

News
Toyota Jadi Produsen Hibrida Pertama di Indonesia?

Toyota Jadi Produsen Hibrida Pertama di Indonesia?

News
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM