Strategi Jasa Marga Dorong Penggunaan Uang Elektronik - Kompas.com

Strategi Jasa Marga Dorong Penggunaan Uang Elektronik

Stanly Ravel
Kompas.com - 13/09/2017, 07:22 WIB
Menuju 100 persen transaksi elektronik jalan tolStanly/KompasOtomotif Menuju 100 persen transaksi elektronik jalan tol

Jakarta, KompasOtomotif - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, terus mengenjot upaya menuju 100 persen transaksi non tunai yang akan diterapkan per 31 Oktober 2017. Namun untuk mendorong penetrasi penggunaan kartu uang elektronik, maka penerapan non tunai diberlakukan secara bertahap mulai September ini.

Direktur Operasional II Jasa Marga Subakti Syukur, menjelaskan, penerapan bertahap sudah dimulai dilakukan pada 12 September dan akan terus berlanjut.

"Dengan bertahap kita ingin mendorong masyarakat pengguna tol untuk punya kartu elektronik lebih dulu. Penerapan bertahap ini kita targetkan 90 persen sampai awal Oktober 2017, dan pada 31 Oktober sudah 100 persen," kata Subakti kepada KompasOtomotif, Selasa (12/9/2017).

Menurut Subakti, dengan bertahap diharapkan pembeli uang elektronik tidak berpusat menjelang 31 Oktober 2017. Karena bila langsung diterapkan serentak, dikhawatirkan terjadi kekacauan seperti jumlah kartu yang kurang dan lain sebagainya.

Baca : Kendala Transaksi e-Money, Ini Solusi Jasa Marga

"Kita butuh 1,5 juta kartu baru untuk dijual, artinya selama 15 hari kita targetkan penjualan kartu bisa 101.000  per hari. Dengan 100 persen transaksi, otomatis masyarakat pengguna tol harus punya semua, karena itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan silakan beli dari sekarang," ucap Subakti.

Subakti menjelaskan jangan sampai terjadi kejadian seperti saat gerbang tol Kunciran, Alam Sutera, beberapa waktu lalu. Saat dibuka dan diterapkan 100 persen uang elektronik, ternyata masyarakat belum siap, parahnya ketersedian kartu tidak mencukupi demand dari pengguna tol.

Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat keputusan menghilangkan gerbang tol Cibubur dan Cimanggis mulai 8 September 2017, hal tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan pada ruas tol Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17.ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat keputusan menghilangkan gerbang tol Cibubur dan Cimanggis mulai 8 September 2017, hal tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan pada ruas tol Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17.

"Mau tidak mau harus punya uang elektronik, ini sifatnya kita paksakan, kalau tidak akan diusir petugas nanti. Kita juga minta pihak bank terus suplai agar bisa dipasarkan di pintu tol, jadi keadaan seperti di Kunciran tidak terulang lagi," kata Subakti.

Baca : Jasa Marga Masih Butuh 385 "Reader"

Seperti diketahui, setelah tol dalam kota ruas Cawang, Tomang, Pluit, sampai Soedijatmo sudah menerapkan transaksi non tunai, selanjutnya pada 15 September diteruskan hingga Tol Jakarta-Tangerang.

Berikut jadwal penerapan 100 persen pembayaran non tunai di Jakarta-Tangerang :

Periode Satu : Bulan September Tahun 2017

15 September 2017 : GT Meruya Utara 4

16 September 2017 : GT Meruya 2, GT Karang Tengah Barat 1 & GT Karang Tengah Barat 2

17 September 2017 : GT Meruya Utara 1

20 September 2017 : GT Karawaci 4

23 September 2017 : GT Ramp Kebon Jeruk 2

28 September 2017 : GT Tangerang 2


Periode Dua : Bulan Oktober Tahun 2017

3 Oktober 2017 : GT Meruya 1

6 Oktober 2017 : GT Karawaci 1

12 Oktober 2017 : GT Karawaci 3

18 Oktober 2017 : GT Ramp Kebon Jeruk 1

24 Oktober 2017 : GT Tangerang 1

27 Oktober 2017 : GT Bitung 1

31 Oktober 2017 : GT Bitung 2

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisStanly Ravel
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM