Moto2, Bakal Gunakan ECU Canggih di 2019 - Kompas.com

Moto2, Bakal Gunakan ECU Canggih di 2019

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 14/07/2017, 09:02 WIB
Mesin Triumph Moto2www.autoevolution.com Mesin Triumph Moto2

Madrid, KompasOtomotif – Selain ubahan pada mesin sepeda motor di Moto2, yang nantinya akan menggunakan miliknya Triumph, pihak penyelenggara MotoGP,  juga akan menghadirkan electronic control unit (ECU) baru, yang dilakukan bersamaan pada 2019.

Sistem tersebut bakal dipasangkan oleh Magneti-Marelli, di mana merek itu sudah pemasok ECU terpadu untuk MotoGP. Magneti-Marelli telah memenangkan tender, yang akan menampilkan teknologi yang lebih maju, demi menutup kesenjangan dengan sistem elektronik di kelas utama (MotoGP).

Memang, ECU yang akan diboyong untuk Moto2, sama dengan miliknya kelas MotoGP, tapi ada banyak fitur-fitur yang ada di kelas ujtama, tapi tidak akan tersedia di Moto2 pada musim pertama.

"Marelli memenangkan tender dan modelnya sudah diputuskan. ECU tersebut punya spesifikasi lebih rendah daripada MotoGP, karena lebih berorientasi biaya," kata Direktur Teknologi MotoGP Corrado Cecchinelli melansir Crash.net, Rabu (12/7/2017).

Cecchinelli  beranggapan, kalau saat ini ada satu penghalang yang harus dilalui, yang efeknya bakal mengompensasi 90 persen gap, antara Moto3, Moto2 dan MotoGP. Dari ECU baru tersebut, akan berkembang ke teknologi dan fitur dasar, seperti ride by-wire dan proper engine braking strategy.  

Ride-by-wire sendiri punya makna, kalau tidak ada koneksi fisik (kabel) antara pegangan throttle (handle gas) dan mesin. "Sekarang mereka menggunakan sistem kabel lawas, di mana itu akan membuat Moto2 kehilangan aspek utama dari balapan modern,” ucap  Cecchinelli.

Untuk fitur ride-by-wire paling dasar saja, setidaknya tim mekanik bisa menyetel kurva torsi mesin dengan tepat, dan banyak keuntungan lainnya. Ketika sudah menggunakan teknologi tersebut, sepeda motor akan memiliki kontrol yang baik untuk melakukan engine braking.

"Setelah langkah-langkah dasar tersebut direalisasikan, tim belap bisa terus mengembangkan  teknologi ride-by-wire yang menjurus pada model teknologi chassis control strategies, seperti salah satunya anti-wheeli,” ujar Cecchinelli.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM