Rabu, 17 September 2014

Otomotif


Adakah di Antara Tiga Penyebab Ini yang Menewaskan Ustaz Uje?

Penulis: Agung Kurniawan | Jumat, 26 April 2013 | 09:28 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
Sumber : TMC/Forum.Kompas | Author : -

Kondisi moge Kawasaki yang dikendarai Ustaz Jeffry (kanan atas)

Jakarta, KompasOtomotif — Meninggalnya Ustaz Jeffry "Uje" Al Buchori (40) akibat kecelakaan tunggal menabrak pohon, saat hendak pulang ke rumah mengendarai moge Kawasaki, Jumat (26/4) pukul 01.00, membuat umat Islam kehilangan sosok dai yang humoris. KompasOtomotif menanyakan kepada Anggono Iriawan, Instruktur Safety Riding Honda, tadi pagi, perihal penyebab kecelakaan yang sampai menewaskan ayah empat anak ini dari hasil pernikahannya bersama Pipik Dian Irawati.

"Saya tidak tahu persis kondisi dan kejadiannya. Apakah pohon yang ditabrak berada di depan, sebelah kanan atau kiri. Itu berguna untuk kronologi kejadian," ungkap Anggono. Namun, ia coba memberi pandangan umum mengenai penyebab seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan. Katanya, setidaknya ada tiga penyebab kecelakaan.

Pertama, kondisi sepeda motor yang tidak prima. Akselerasi yang tersendat, pengereman yang minim, lampu yang redup, atau modifikasi tidak sesuai standar bisa menurunkan kemampuan keselamatan dasar yang dimiliki sepeda motor. "Sebenarnya, faktor ini sangat mudah dikontrol dengan melakukan perawatan berkala yang benar, jadi bisa diperkecil pengaruhnya," sebutnya.

Kedua, faktor manusia. Penyebab ini sangat berpengaruh pada kondisi fisik dan mental seseorang sebagai pengendaranya. Tubuh seseorang yang berkendara pada dini hari akan berbeda di siang hari. Praktis, akan ada penurunan kemampuan, apakah itu menyangkut pengelihatan, konsentrasi, reaksi, sampai keseimbangan waktu mengendalikan sepeda motor.

"Pada dasarnya, jam metabolisme manusia itu adanya di siang hari. Kalau sudah malam, apalagi dini hari, otomatis berkurang. Untuk itu, perlu ekstra hati-hati," urai Anggono.

Terakhir dan yang paling sulit diduga adalah kondisi lingkungan, yang akan selalu berbeda karena merupakan faktor yang tidak bisa dikendalikan biker. Terik sinar matahari, jalan tanpa penerangan, sampai kondisi hujan punya perbedaan karakter perlakuan. Belum lagi, pengguna jalan lain, mulai mobil, sepeda motor, pesepeda, sampai pejalan kaki.

Karakter permukaan aspal yang beragam di jalan Ibu Kota juga berpengaruh pada tingkat keselamatan, apalagi kalau sudah turun hujan, melewati genangan, atau banjir yang relatif tinggi. "Kalau kondisinya sudah dini hari, gerimis, maka akan tercipta lapisan air tipis antara permukaan aspal dan ban. Koefisien gesek akan lebih kecil, jadi lebih licin. Untuk itu, dianjurkan mengurangi kecepatan," tutup Anggono.


Editor : Bastian