Kewajiban Publikasi Karya Ilmiah Dibatalkan? - Kompas.com
Syarat Kelulusan

Kewajiban Publikasi Karya Ilmiah Dibatalkan?

Indra Akuntono
Kompas.com - 28/02/2012, 08:09 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tampaknya mulai melunak terkait kewajiban publikasi jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan S-1, S-2, dan S-3. Ketentuan itu diedarkan melalui surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada 27 Januari. Pro dan kontra datang dari kalangan perguruan tinggi. Pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Senin (27/2/2012), menyiratkan bahwa ketentuan tersebut hanya bersifat dorongan. Nuh mengatakan, surat edaran Ditjen Dikti memang tak memiliki kekuatan hukum.

"Surat edaran Dikti memang tidak ada kekuatan hukum. Tapi kita mendorong ke arah sana," kata Nuh kepada para wartawan di sela-sela Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK), di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Bojongsari, Depok, Senin (27/2/2012).

Akan tetapi, menurutnya, aturan itu berbanding lurus dengan upaya memperbanyak produksi jurnal ilmiah. Nuh mengungkapkan, jurnal ilmiah yang dihasilkan mahasiswa saat ini masih sangat rendah dan tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa. Jumlah produksi jurnal ilmiah Indonesia hanya sepertujuh dari jurnal ilmiah yang diterbitkan negara tetangga Malaysia.

Sementara itu, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) Idrus Paturusi menjelaskan, MRPTN dan Dirjen Dikti telah menyepakati surat edaran itu hanya sebagai dorongan. Ia mengatakan, karena sifatnya hanya dorongan, maka tidak ada sanksi bagi mahasiswa yang tidak menjalankannya.

Artinya, kata dia, mahasiswa yang bersangkutan tetap bisa lulus meski makalahnya gagal diterbitkan dalam jurnal ilmiah.

"Tidak ada sanksi untuk itu. Hanya mendorong agar mahasiswa membuat makalah dan memasukannya ke jurnal. Baik jurnal internal kampus maupun internasional," kata Idrus.

Ia menegaskan, surat edaran itu hanya bersifat dorongan untuk membangun kesadaran menulis. Akan tetapi, predikat kelulusan tetap akan berbeda antara mahasiswa yang berhasil dengan mahasiswa yang gagal melakukan publikasi makalah dalam jurnal ilmiah. Gagalnya publikasi makalah dalam jurnal ilmiah akan berpengaruh pada penilaian akhir.

Seperti diberitakan, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdikbud mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan seluruh mahasiswa (S-1, S-2, dan S-3) melakukan publikasi makalah dalam jurnal ilmiah. Alasan utamanya adalah untuk merangsang budaya analisis dan penulisan ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisIndra Akuntono
    EditorInggried Dwi Wedhaswary

    Terkini Lainnya

    Bersiap Sambut Motor ”Adventure” Murah BMW

    Bersiap Sambut Motor ”Adventure” Murah BMW

    News
    Lelang Mobil Koruptor Ludes dalam 90 Menit

    Lelang Mobil Koruptor Ludes dalam 90 Menit

    News
    Transaksi Lelang Kendaraan Koruptor Tembus Rp 3 M

    Transaksi Lelang Kendaraan Koruptor Tembus Rp 3 M

    News
    Penantang BMW G310R dari China

    Penantang BMW G310R dari China

    Produk
    Toyota Kenalkan Corolla yang Lebih Sporty

    Toyota Kenalkan Corolla yang Lebih Sporty

    Produk
    Mobil dan Motor Koruptor Laris Manis

    Mobil dan Motor Koruptor Laris Manis

    News
    Pertamina Nempel di Lamborghini Huracan Super Trofeo

    Pertamina Nempel di Lamborghini Huracan Super Trofeo

    Sport
    Toyota Voxy Jadi Ikon Penggoda Orang Jatim

    Toyota Voxy Jadi Ikon Penggoda Orang Jatim

    News
    Sepeda Motor Bebek Makin Sepi Peminat

    Sepeda Motor Bebek Makin Sepi Peminat

    News
    Honda Scoopy Jauh Tinggalkan Yamaha Fino

    Honda Scoopy Jauh Tinggalkan Yamaha Fino

    News
    Hyundai Mau Membeli FCA?

    Hyundai Mau Membeli FCA?

    News
    Mobil Koruptor Dilelang Siang Ini

    Mobil Koruptor Dilelang Siang Ini

    News
    Mitsubishi Masih Andalkan Xpander di Pameran Surabaya

    Mitsubishi Masih Andalkan Xpander di Pameran Surabaya

    News
    Menegangkan, Detik-detik Mobil Tertabrak Kereta (Video)

    Menegangkan, Detik-detik Mobil Tertabrak Kereta (Video)

    Feature
    50 Diler Wuling Terlambat Beroperasi

    50 Diler Wuling Terlambat Beroperasi

    News
    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM