Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Jenis Pelek Mobil yang Tidak Bisa Dipress

Kompas.com - 10/07/2024, 17:21 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Memilih pelek mobil yang tepat tidak hanya soal estetika, tetapi juga ketahanan dan perawatannya. Bagi para pemilik mobil, mengetahui jenis pelek yang dapat dan tidak dapat dipress menjadi informasi penting, terutama dalam hal perbaikan dan pemeliharaan.

Pelek yang tidak dapat dipress memerlukan metode perbaikan yang berbeda, yang bisa mempengaruhi biaya dan waktu perbaikan.

Diwan, pemilik bengkel Eurovolution, mengatakan bahwa jenis pelek yang tidak bisa dipress adalah pelek kaleng besi.

Baca juga: Cegah Bau Apak pada Mobil di Musim Hujan

"Kaleng besi tidak bisa dipress karena materialnya enggak lentur seperti aluminium dan enggak bisa dipress di mesin," kata Diwan kepada Kompas.com, Rabu (8/7/2024).

Material besi yang kaku membuatnya tidak mungkin untuk dipress menggunakan mesin press yang biasa digunakan untuk pelek aluminium.

Pelek mobil dari bahan besi tidak dapat dipress.Carousell Pelek mobil dari bahan besi tidak dapat dipress.

Saat pelek besi mengalami kerusakan, metode perbaikannya adalah dengan diketok secara manual.

"Pelek besi harus diketok manual," kata Diwan.

Baca juga: Manfaat Filter Solar Tambahan pada Mobil Diesel

Proses ini memerlukan keterampilan khusus dan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pelek aluminium yang lebih mudah dipress.

Dengan mengetahui perbedaan ini, pemilik mobil dapat lebih bijaksana dalam memilih pelek yang sesuai dengan kebutuhan dan mempertimbangkan perawatan jangka panjangnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com