Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 02/03/2023, 12:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini viral terjadi kemacetan parah di Simpang Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi. Tak tanggung-tanggung, kemacetan jalan sepanjang 15 km tersebut berlangsung hampir 22 jam.

Timbul pertanyaan bagaimana sebetulnya gaji sopir truk saat membawa barang. Sebab jalan macet dipastikan merugikan sopir, pengusaha truk dan juga pemilik barang.

Baca juga: Catat Lokasi SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini

Bambang Widjanarko, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY mengatakan, mayoritas sopir adalah mitra pengusaha atau pemilik truk bukan pegawai dan bayaran sopir truk biasanya dihitung per sekali jalan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas.com (@kompascom)

"Sopir adalah mitra, bukan pegawai, jadi saya bukan menggaji tapi bermitra dengan sopir," kata Bambang kepada Kompas.com, Rabu (2/3/2023).

"Di mana misalkan saya punya barang, saya ditelepon oleh satu perusahaan misalnya diminta kirim barang ongkosnya Rp 5 juta, saya akan kompromi dengan sopir mau tidak dia bawa sebab bagi hasilnya 50:50," kata Bambang.

"Nah kalau dia bilang kurang dia akan bilang masuknya (inginnya) di angka berapa misalkan Rp 3 juta, berarti saya tolak dan cari muatan yang harganya Rp 6 juta," kata dia.

Bambang mengatakan, ada dua kejadian yang merugikan sopir dan pengusaha. Pertama ialah jalan macet seperti kejadian di Jambi, dan kedua proses bongkar muat yang lama di tempat tujuan.

Baca juga: Diterapkan Tahun Ini, Simak Ketentuan Penghapusan Data STNK

Petugas Satlantas Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP pada kasus kecelakaan lalulintas yang melibatkan sepeda motor dan truk kontainer, di atas fly over di Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (6/2/2023).Dok. Satlantas Polresta Pekanbaru Petugas Satlantas Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP pada kasus kecelakaan lalulintas yang melibatkan sepeda motor dan truk kontainer, di atas fly over di Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (6/2/2023).

"Misalkan dia bawa muatan estimasi tiga hari. Sesampainya di sana gudang bongkarannya lama karena gudangnya penuh. Berarti dia harus nunggu lagi dua hari. Nah sopir itu akan marah, dan marahnya ke saya. Dia akan minta tambahanlah, buat uang makan dan ganti rugi," kata Bambang.

"Karena borongan ini ketika jalan macet sopir akan mengalami kerugian yang seharusnya dalam sebulan bisa bolak-balik Jakarta-Surabaya empat kali tapi karena macet dan bongkar muat terlambat dia jadi cuma jalan 2-3 kali saja dalam sebulan," katanya.

"Sedangkan kerugian yang dimaksud oleh pengusaha kurang lebih sama karena bermain di ritase," kata Bambang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat sidak truk pasir tanpa SKABKOMPAS.com/Miftahul Huda Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat sidak truk pasir tanpa SKAB

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke