Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dominasi Kecelakaan Selama Nataru Terjadi Karena Kecerobohan Pengemudi

Kompas.com - 30/12/2022, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan ini, polisi mencatat cukup banyak terjadi kecelakaan. Menariknya, dominasi penyebab kecelakaan lalu lintas tersebut justru disebabkan oleh kecerobohan pengemudi.

Menurut data dari Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri, periode 23 Desember 2022, ada 30 insiden kecelakaan terjadi akibat ceroboh terhadap lalu lintas.

Baca juga: Kaleidoskop 2022: Deretan Kecelakaan Maut di Indonesia

Tercatat ada 29 insiden diakibatkan karena gagal menjaga jarak aman, 18 insiden karena ceroboh saat belok, 16 insiden karena ceroboh aturan lajur, dan delapan insiden karena ceroboh saat menyalip.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NTMC POLRI (@ntmc_polri)

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, data yang dibuat NTMC Polri pasti valid. Sebab, setiap kali kecelakaan diinvestigasi dan kepolisian memiliki kamera CCTV di mana-mana.

"Benar sekali pengemudi di Indonesia rata-rata ceroboh dan cerobohnya macam-macam. Pengemudi dalam berpikir dan bertindaknya selalu tidak dengan akal sehat, yang diutamakan hanya kepentingan pribadi dan dengan skill yang terbatas," ujar Sony, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Kejadian Lagi, Kecelakaan Truk di Muara Rapak Diduga Rem Blong

Ilustrasi kecelakaan kendaraan.Shutterstock Ilustrasi kecelakaan kendaraan.

Sony menambahkan, kelihatannya memang sepele, tapi perlu diingat bahwa rambu-rambu dibuat untuk mengatur lalu lintas agar tertib, aman, lancar dan minim kecelakaan.

"Kunci dari keselamatan berkendara itu kan mampu menguasai diri dulu, dengan cara jaga perilaku, kontrol emosi. Ketika diri sendiri sudah dikuasai, maka kendaraan dalam kontrol yang benar dan mampu mengambil sikap secara baik," kata Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.