Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/12/2022, 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Porsche 64 Berlin Rome menjadi salah satu mobil langka di dunia. Dirancang oleh Ferdinand Porsche, mobil ini awalnya digunakan sebagai mobil balap di jalan raya.

Diketahui hanya ada tiga unit saja di dunia, dua unit rusak saat perang dunia kedua, satu unit tersisa dimiliki oleh Thomas Gruber, kolektor Porsche asal Vienna, Austria.

Populasinya yang begitu langka, membuat salah satu bengkel spesialis Volkswagen dan Porsche, Yumos Garage, bertekad untuk membuat replika mobil yang diproduksi tahun 1939 itu.

Baca juga: Spesifikasi Volvo B11R Euro 5, Semakin Rendah Emisi dan CKD

“Mobil ini sangat langka hanya ada 3 dibuat di dunia, dan sekarang tinggal 1 yang masih bertahan ada di kolektor Austria. Jadi saya ingin membuat replikanya dan menjadi satu-satunya di dunia yang setir kanan, karena yang asli setir kiri,” ucap Wahyu Pamungkas, pemilik dari Yumos Garage, kepada Kompas.com, Selasa (20/12/2022).

Replika Porsche 64 Berlin Rome Yumos Garage Replika Porsche 64 Berlin Rome

Meski hanya replika, namun Wahyu membuat mobil ini persis seperti aslinya dengan bermodalkan blueprint Porsche 64. Mobil ini menggunakan sasis VW Kodok tahun 1960, mengingat basic mobil Porsche ini memang dari VW Kodok tahun 1939.

“Saya kebetulan mempunyai blueprint Porsche ini yang saya eksekusi dengan membuat wood buck dengan bahan baku papan MDF yang dibuat menyerupai bentuk Porsche ini, untuk proses ngemal body lebih presisi,” kata Wahyu.

Wahyu melanjutkan, pembuatan mobil ini menggunakan bahan alumunium dua milimeter, kemudian untuk sasis memakai alumunium 3 milimeter. Pria asal Semarang ini juga menggunakan alat khusus agar pembentukan bodi mobil lebih presisi.

“Dengan alat english wheel dan beadrunner akan memudahkan dalam proses pembentukan bodi, jadi lebih presisi,” kata dia.

Replika Porsche 64 Berlin RomeYumos Garage Replika Porsche 64 Berlin Rome

Pada bagian kaki-kaki, tetap menggunakan VW Kodok, di mana pada depan dan belakang masih drum.

Modifikasi ditambahkan booster rem, kemudian untuk pedal-pedalnya dibuat dari bahan aluminium hidrolis,” ujar pria berusia 51 tahun ini.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.