Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bodi Bus Laksana Terbaru Dijiplak Perusahaan Bus di Luar Negeri

Kompas.com - 15/12/2022, 13:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bus terbaru buatan Karoseri Laksana yakni Legacy SR3 Suites Class sudah ada jiplakannya. Sama seperti model Laksana sebelumnya, bodi terbaru kali ini dijiplak perusahaan otobus di Bangladesh.

Kumpulan foto dari jiplakan tersebut diunggah akun Subhanedi ke Instagram. Bisa dilihat, dari pilhan warna sampai livery yang digunakan pun serupa dengan unit Laksana yang dibawa saat GIIAS 2022.

Bentuk selendang, sampai livery di bagian samping bus juga tampak mengambil inspirasi dari bus yang saat itu milik PO STJ. Tapi pada bagian depan, memang belum memakai lampu SR3 yang baru, jadi masih SR2.

Baca juga: Jangan Tinggalkan Tas Saat Perjalanan Naik Bus AKAP

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Edi Subhan (@subhanedi)

 

Uniknya lagi adalah di bagian belakang, di mana model kap mesin baru dari Laksana pun ikut dijiplak. Walaupun untuk model lampu juga belum mengikuti yang SR3, masih SR2.

Mungkin kalau lampu depan dan belakang SR3 sudah banyak tersedia di pasaran, bukan berarti kreasi dari Bangladesh akan semakin mirip. Untuk bagian kabin, diisi sleeper seat yang disusun dua kanan satu kiri (2-1).

Kalau soal konfigurasi sleeper seat 2-1, bus-bus di Bangladesh memang lebih dulu menerapkan. Sedangkan untuk Laksana, baru di 2022 menggunakan susunan 2-1.

Baca juga: Beli Mobil Listrik Dapat Insentif Rp 80 Juta, Motor Listrik Rp 8 Juta


Menanggapi hal tersebut, Kusririn, Manager Desain Karoseri Laksana mengatakan, sebagai karoseri besar di Indonesia, hal tersebut tentu mempunya kebanggaan tersendiri.

"Itu berarti desain dari Karoseri Laksana diterima di dalam dan luar negeri. Menjadikan kami tambah semangat dalam membuat produk yang baik dan berkualitas tentunya," ucap Kusririn kepada Kompas.com, Kamis (15/12/2022).

Bus baru Legacy SR3 buatan Karoseri LaksanaKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Bus baru Legacy SR3 buatan Karoseri Laksana

Selain itu, Kusririn juga mau desain bus buatan Laksana jadi tren. Jadi pembuat bodi bus lainnya bisa terinspirasi untuk membuat desain-desain yang tidak kalah kerennya.

"Menjadi tren memang salah satu tujuan utama. Dengan bahasa desain yang selalu inovatif dan berani tentunya menjadi daya tarik tersendiri," kata Kusririn.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.