Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbankan Bersiap Menyambut Era Kendaraan Listrik

Kompas.com - 17/11/2022, 16:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pembiayaan tengah membidik besarnya potensi berbagai sektor yang terkait dalam ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB di dalam negeri.

Dikatakan oleh Direktur Bisnis UKM PT Bank KB Bukopin Tbk Yohanes Suhardi, potensi tersebut semakin nyata seiring berkembangnya pasar kendaraan listrik dan investasi pada industri terkait.

"Saya percaya ini opportunity yang terbuka lebar buat perbankan. Mungkin saja terbukanya sekaligus tidak terbuka luas, tapi sudah terbuka," kata dia dalam webinar, Kamis (17/11/2022).

Baca juga: Begini Nasib Mobil Listrik Pemimpin Negara dan Delegasi Usai KTT G20

KARO 07062022 K160-19 PLN UP3  Resmikan SPKLU dan Launching Komunitas Kendaraan Listrik, Dukung Kendaraan Ramah LingkunganHENDRI SETIAWAN KARO 07062022 K160-19 PLN UP3  Resmikan SPKLU dan Launching Komunitas Kendaraan Listrik, Dukung Kendaraan Ramah Lingkungan

"Kedua, saya percaya siapa yang duluan memulai untuk meraih kesempatan itu dengan cara yang benar akan keluar sebagai pemenang," lanjut Yohanes.

Hal senada juga dinyatakan SEVP Consumer Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk Wawan Setiawan yang menilai ekosistem KBLBB sangat besar sehingga jadi peluang bisnis pembiayaan yang besar pula.

"Ke depan BSI melihat ini potensi yang sangat besar , tidak hanya di sisi hilir tapi juga hulu. Namun kembali lagi ke kesiapan masing-masing, kami saat ini baru siap di sisi hilir," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pemerintah RI ingin membangun ekosistem kendaraan listrik berskala besar di dalam negeri, yang mencangkup sektor hulu sampai hilir.

Baca juga: Indonesia Caplok Rp 29,6 Triliun untuk Ekosistem Kendaraan Listrik

Anggota Paspampres berjaga di samping mobil listrik yang akan digunakan oleh delegasi KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (10/11/2022).ANTARA FOTO via BBC INDONESIA Anggota Paspampres berjaga di samping mobil listrik yang akan digunakan oleh delegasi KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (10/11/2022).

Setelah produksi mobil listrik, pemerintah pun ingin melanjutkan pembangunan industri untuk daur ulang baterai sehingga tercipta ekosistem yang lebih besar lagi.

Jika ekosistem tersebut tercipta, maka harga kendaraan listrik bisa jadi lebih terjangkau. Apalagi Indonesia memiliki kekayaan alam seperti nikel yang menjadi sumber bahan baku komponen baterai.

Kini, pemerintah dan otoritas telah menerbitkan bauran kebijakan pusat dan daerah dalam mendukung ekosistem KBLBB hulu-hilir. Salah satunya, dengan dikeluarkannya kebijakan restriksi ekspor bijih nikel melalui Permen ESDM No.11 taun 2019.

Baca juga: Bahlil Ajak Australia Kembangkan Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listrik dengan yang sudah penuh terisi di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di SPBU Pertamina, Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022). Pemerintah Indonesia menargetkan dua juta kendaraan listrik dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia pada 2025 sebagai salah satu upaya untuk menerapkan penggunaan energi terbarukan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listrik dengan yang sudah penuh terisi di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di SPBU Pertamina, Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022). Pemerintah Indonesia menargetkan dua juta kendaraan listrik dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia pada 2025 sebagai salah satu upaya untuk menerapkan penggunaan energi terbarukan.

Kemudian terkait kebijakan smelter nikel, melalui UU Nomor 3 tahun 2022 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Adapun mengenai kendaraan listrik, secara umum tertuang dalam Perpres 55 tahun 2019 dan turunannya.

Di samping itu, pemerintah RI juga melibatkan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk konsorsium BUMN untuk berkerja sama dengan para investor dalam pengembangan kendaraan listrik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.