Kompas.com - 10/09/2022, 08:42 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Usai memperkenalkan Toyota Urban Cruiser Hyryder, Toyota Kirloskar Motor (TKM) akhirnya mengumumkan secara resmi banderol SUV menengah untuk pasar India itu.

Dikutip dari Indiacarnews, Minggu (10/9/2022), Urban Cruiser Hyrder dibanderol mulai dari Rs 15,11 lakh atau sekitar Rp 310 juta untuk trim terendah dan Rs 18,99 lakh atau Rp 380 juta untuk tipe paling mahal.

Seperti diketahui, Urban Cruiser Hyryder merupakan hasil kolaborasi Toyota dengan Maruti Suzuki yang menawarkan dua pilihan mesin, yakni mild hybrid dan full hybrid.

Baca juga: Bahas Fitur Aprilia RS-GT 200, Skutik Bongsor dari Italia

Jika dilihat secara tampilan, mobil ini memang mengusung SUV dengan ciri khas bergaya Suzuki. Namun, tetap ada sentuhan dari desain Toyota melalui visual yang gagah pada tampilan depannya.

SUV baru Toyoya Urban Cruiser HyryderCARSCOOPS.COM SUV baru Toyoya Urban Cruiser Hyryder

Desain ini bisa dilihat dari tampilan bumper depan yang punya kesan agresif berkat penyematan kisi-kisi yang cukup besar, bahkan ada ornamen krom yang memisahkan lampu DRL.

Toyota Urban Cruiser Hyryder tersedia dalam dua pilihan mesin, yakni 1.500 cc K-Series dari Suzuki yang dikombinasikan dengan sistem mild hybrid. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 101 Tk dan torsi 135 Nm. Dikawinkan dengan transmisi manual lima percepatan atau otomatis enam percepatan.

Sedangkan untuk satu lagi menggunakan jantung pacu milik Toyota, yakni mesin yang disematkan pada Yaris di Eropa dengan kubikasi 1.500 cc hybrid yang mampu menghasilkan tenaga hingga 114 Tk dan torsi 141 Nm.

Baca juga: Cara Berkendara Seperti Ini Bisa Bikin Aki Mobil Jadi Awet

Toyota Urban Cruiser Hyryder di Indonesia

Meski Urban Cruiser Hyryder cukup banyak diminati konsumen otomotif di pasar India, namun tampaknya PT Toyota Astra Motor tidak akan memboyong SUV itu ke Tanah Air.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy mengatakan, Toyota di India lebih banyak mengembangkan produk hasil kerjasama dengan Suzuki. Namun, kerjasama seperti itu tidak akan terjadi di Indonesia.

“Jadi belum tentu produk yang ada di Indonesia sama dengan India atau sebaliknya. Kadang-kadang bisa sama, bisa juga tidak. Strateginya memang agak sedikit berbeda,” ucap Anton, saat ditemui Kompas.com belum lama ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.