Jangan Asal, Begini Teknik Pengereman saat Mengendarai Moge

Kompas.com - 02/07/2022, 15:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknik berkendara dengan motor besar atau moge, beda dengan motor pada umumnya.

Dengan dimensi yang lebih besar membuat moge lebih rawan mengalami kecelakaan. Terutama saat digunakan di perkotaan yang memiliki lalu lintas padat.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, berkendara moge butuh fisik dan pengetahuan yang mumpuni untuk menjaga keselamatan.

"Motor itu tidak kenal stabilitas saat bergerak. Adanya keseimbangan. Motor yang satu dengan yang lain punya karakter berbeda dan pengendara yang berganti motor wajib untuk beradaptasi terlebih dahulu," ucap Jusri pada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Naik Motor Malam Hari Rawan Kejahatan, Begini Tips Amannya

Salah satu instruktur sedang mempraktikkan teori berkendara dalam kegiatan safety riding yang diselenggarakan oleh HDCI Semarang di Sirkuit Mijen Semarang, Minggu (22/5/2022).Sabrina Mutiara Fitri/ KOMPAS.com Salah satu instruktur sedang mempraktikkan teori berkendara dalam kegiatan safety riding yang diselenggarakan oleh HDCI Semarang di Sirkuit Mijen Semarang, Minggu (22/5/2022).

Salah satu teknik berkendara yang membedakan moge dengan motor biasa adalah pengeremannya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegah motor terjatuh atau rebah.

Ketika melakukan perlambatan dengan kecepatan di bawah 30 kpj, hindari rem mendadak dan hindari penggunaan rem depan.

Menurut Jusri, yang disarankan adalah penggunaan rem belakang, dengan pandangan eye level atau lurus ke depan.

"Jangan ke samping, atas atau bawah. Misal memandang ke bawah akan hilang keseimbangan," ucap Jusri.

Pelatihan safety riding di Sirkuit Mijen, Kota Semarang. Dok. Pertamina Pelatihan safety riding di Sirkuit Mijen, Kota Semarang.

Selain itu, agar bobot tubuh tidak terdorong ke depan, usahakan untuk mempertahankannya. Jusri menjelaskan, pengendara moge perlu menyiapkan diri dengan menempatkan bobot tubuh di kiri.

 

Baca juga: Update Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP, Tembus Rp 21.000

"Jadi posisinya kaki kanan di rem kanan, jangan rem tangan, lalu kaki kiri turun duluan. Serta pastikan motornya tidak dalam posisi berbelok alias harus lurus," ucap Jusri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.