Lakukan Ini jika Menemukan Pelat Nomor Kendaraan Kembar

Kompas.com - 17/06/2022, 13:12 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) merupakan salah satu unsur penting bagi setiap jenis transportasi darat. Setiap kendaraan memiliki nomor kendaraan yang berbeda satu sama lain.

Namun, kejadian nomor kendaraan kembar atau pelat nomor yang serupa dengan kendaraan lain kerap terjadi. Padahal, mobil atau motor yang berbeda namun memiliki pelat nomor sama tidak diperbolehkan.

Baca juga: Bertemu Bus Ngeblong di Jalan, Lebih Baik Menghindar

Jika menemukan kendaraan berbeda dengan pelat nomor yang sama sudah dipastikan salah satunya adalah palsu.

Budiyanto, Pemerhati masalah transportasi dan Hukum mengatakan jika pengendara menemukan kejadian atau alami langsung kejadian nomor kendaraan serupa dengan kendaraan lain harus segera memeriksa serta melaporkan ke samsat.

“Langsung melaporkan ke bagian akreditasi dan identifikasi kendaraan bermotor tentang nomor tersebut. Nanti akan ketahuan mana yang asli mana yang tidak. Kalua nomor tersebut asli akan muncul identitas dari pemilik kendaraan bermotor tersebut,” kata Budiyanto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/6/2022).

Nanti oleh pihak polisi akan ditelusuri nomor palsu tersebut untuk segera ditindak. Nomor palsu tidak boleh dipergunakan sembarangan karena menyalahi aturan berlalu lintas.

Tidak hanya itu saja, kini juga ada layanan dari tiap Provinsi yang bisa digunakan untuk memeriksa pelat nomor kendaraan secara online.

Ilustrasi pelat nomor jenis baru
wartakota.tribunnews.com Ilustrasi pelat nomor jenis baru

“Begitu menemukan pelat nomor kendaraan yang sama harus segera di foto untuk barang bukti laporan jika ada nomor ganda yang diduga melakukan pemalsuan,” kata Budiyanto.

Jika terdapat pelat nomor kendaraan ganda tidak sesuai yang dikeluarkan polisi, hal tersebut berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada pasal 280, bila kendaraan tidak dipasangi tanda nomor kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Baca juga: Perbandingan Bus Mesin Depan dan Belakang, Mana yang Lebih Nyaman?

Namun jika ada unsur pemalsuan yang disengaja konteksnya dengan surat. Polisi akan memeriksa STNK kendaraan apakah ada perubahaan identitas yang disengaja.

Nantinya akan dikenakan pasal 263 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara tentang pemalsuan dokumen.

“Nantinya jika indikasi pemalsuan terbukti akan dikerahkan ke Reserse untuk ditindaklanjuti tentang pemalsuan dokumen,” kara Budiyanto.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.