Sempat Mandek Pesanan Bus di Karoseri, Bagaimana Nasibnya Sekarang?

Kompas.com - 30/05/2022, 09:02 WIB

UNGARAN, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia memang masih melanda sampai saat ini. Memasuki 2022 angka penularan Covid-19 nampak bisa dikendalikan, sehingga berangsur berkurang.

Padahal, pada 2020 sampai 2021 terdapat beberapa pembatasan pergerakan masyarakat. Sehingga, berbagai sektor industri ikut terdampak, salah satunya adalah karoseri pembuat bodi bus.

Jika dilihat dua tahun kemarin, operator bus memilih untuk menunda pengambilan pesanan bus baru dari karoseri. Jadi bus yang sudah selesai dibuat, tidak kunjung diambil karena sedang masa sulit imbas pandemi.

Baca juga: Pengamat Minta Tempat Wisata Sediakan Ruang Istirahat untuk Pengemudi Bus

Bus AKAP baru PO RamayanaDOK. ADIPUTRO Bus AKAP baru PO Ramayana

Akibatnya, banyak bus baru yang disimpan di karoseri dan ditinggalkan begitu saja. Namun di 2022, kondisi sudah semakin membaik, apalagi dibolehkannya mudik menjadi angin segar untuk operator bus dan juga karoseri.

Stefan Arman, Technical Director CV Laksana mengatakan, pada periode 2020 sampai 2021 memang menjadi masa sulit untuk karoseri.

"Kita sebagai partner beri promo, agar bus ini bisa keluar dari karoseri," ucap Stefan di Ungaran belum lama ini.

Baca juga: Biaya Kepemilikan Honda Brio RS dan Daihatsu Sirion, Siapa Lebih Murah?


Stefan menjelaskan, memasuki 2022, bus yang tadinya belum diambil operator, berangsur berkurang. Bahkan diklaim tinggal 20 persen bus saja yang masih ditunda pengambilan unitnya.

"Sampai saat ini tinggal 20 persen yang masih pending, sudah berkurang banyak. PO pariwisata dari Oktober 2021 saya lihat sudah mulai naik," ucap Stefan.

Dengan adanya tren yang bagus tadi, operator sudah mulai kembali berani melakukan investasi bus baru. Bahkan bisa dilihat, menjelang lebaran 2022, banyak karoseri yang merilis bus-bus baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.