Sopir Pajero Arogan, Pakar Singgung Pentingnya Tes Psikologi SIM

Kompas.com - 23/05/2022, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sikap arogansi seorang pengemudi mobil di ruas tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat, viral di media sosial. Terlihat dua orang pria terlibat cekcok di pintu masuk tol.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @ahmadsahroni, kejadian bermula saat sopir mobil Mitsubishi Pajero Sport memacu kendaraannya secara ugal-ugalan.

Baca juga: Jokowi dan Politik Basa-basi ke Ganjar Pranowo Jelang Pemiu 2024...

Ketika sampai di pintu tol, SUV itu memotong lajur mobil Toyota Yaris. Pengemudi Yaris tidak terima, dan enggan untuk memberi jalan, hingga terjadi perseteruan.

Bahkan, pengemudi Pajero yang menggunakan kacamata hitam tersebut kemudian terlihat menampar pengendara Yaris.

Baca juga: Diduga Salah Buka Kopling, Pemotor Senggol Mobil saat Macet

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, menilai, banyaknya orang emosi di jalan bukti bahwa pentingnya tes psikologi dalam pembuatan SIM unuk melihat kecakapan emosional.

"Masih sering kita dapatkan pengendara kendaraan bermotor emosi bahkan sampai emosi puncak terjadi pemukulan, penganiayaan atau pengerusakan kendaraan dan sebagainya," kata Budiyanto, Minggu (23/5/2022).

"Secara logika dan teori sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi terutama bagi para pengemudi yang telah memiliki SIM karena dalam permohonan untuk mendapatkan SIM sudah melalui persyaratan antara lain test psikologi," katanya.

Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM)Kompas.com/Oik Yusuf Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM)

Pentingnya tes psikologi kata Budiyanto, karena mampu melihat tingkat kecerdasan, emosional, daya reaksi dan daya prediktif dan sebagai syarat kelulusan untuk mendapatkan SIM.

Mantan Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya ini mengatakan, emosi di jalan bisa dicegah sepanjang semua pengguna jalan mampu meletakan keseimbangan antara hak dan kewajiban.

"Salah satu kewajiban adalah mengemudikan kendaraan dengan wajar dan penuh konsentrasi dan mentaati peraturan dan menaati perintah petugas dan rambu- rambu," katanya.

"Haknya jelas setiap warga negara berhak untuk menggunakan jalan sesuai peruntukannya," kata Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.