Benarkah Parfum Mobil Bisa Bikin Sakit Kepala?

Kompas.com - 08/05/2022, 09:01 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com— Saat ini marak pengharum atau parfum ruang kabin mobil dengan berbagai aroma. Ada banyak merek pengharum kabin mobil menawarkan aroma yang mengikuti selera pasar.

Penggunaan parfum mobil bertujuan agar kabin wangi sehingga berkendara menjadi lebih nyaman.

Namun, bagi beberapa orang justru mengalami sakit kepala atau pusing saat mencium aroma parfum mobil. Oleh karena itu, hendaknya pemilik kendaraan bijak dalam memilih aroma parfum mobil.

Baca juga: Bensin Mobil Basi Saat Ditinggal Mudik, Gini Cara Mengatasinya

"Jangan memilih wangi-wangian yang tajam atau terlalu menyengat, karena bila dihirup terlalu lama justru akan membuat tidak nyaman, apalagi saat menempuh perjalanan jauh," kata Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna, pada Kompas.com.

Dengan kata lain, penggunaan parfum kabin mobil tidak akan membuat sakit kepala jika aromanya tepat. Suparna menyarankan sebaiknya pemilik mobil membeli pengharum kabin mobil yang aromanya tidak terlalu menyengat.

Aroma terapi menjadi pilihan yang aman karena lebih lembut dan aromanya tidak terlalu tajam. Aroma tersebut paling aman karena tidak dapat memicu pusing atau mual.

Dashboard Toyota Hilux FaceliftKOMPAS.com/ADITYO WISNU Dashboard Toyota Hilux Facelift

Jika menggunakan parfum kabin mobil untuk membasmi bau apek, pemilik kendaraan bisa memilih aroma kopi. Aroma kopi bersifat netral sehingga mampu menyingkirkan bau tak sedap tanpa mengganggu indera penciuman.

Suparna juga mengatakan jika jangan memilih pengharum kabin berbahan gel. Pengharum kabin jenis tersebut akan memberikan efek negatif bagi pemilik mobil jika penggunaannya diletakan di kisi-kisi AC.

Baca juga: Bedanya Konsumen Truk dan Bus di Indonesia, Ada yang Fanatik dengan Merek

Meletakan pewangi di kisi-kisi AC sangat tidak disarankan apalagi dengan aroma buah yang asam.

Tidak semua orang menyukai aroma tersebut, lalu dengan meletakan pada kisi-kisi AC bisa membuat bahan kimia pada pewangi terserap sampai ke evaporator yang fungsinya sebagai pengkabutan untuk menciptakan udara dingin.

“Jika sudah terserap dan terjadi penumpukan yang membuat kualitas kesejukan berkurang dan kerak yang ditimbulkan sangat sulit dibersihkan," kata Suparna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.