Mobil Sudah Dijual dan Diblokir, tapi Masih Dikirim Surat Tilang ETLE

Kompas.com - 21/03/2022, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penindakan tilang kendaraan bermotor melalui elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) bisa saja salah sasaran sehingga para pengendara harus melakukan konfirmasi kepada pihak Kepolisian.

Baru-baru ini, kejadian tersebut dialami oleh salah satu pengendara DKI Jakarta yang enggan disebut namanya saat dihubungi Kompas.com.

Ia mengaku menerima surat tilang elektronik yang berisi bahwa pengendara itu diduga melanggar aturan ganjil genap pada 4 Maret 2022 pukul 07.46 WIB.

Baca juga: Curhat Wanita yang Mobilnya Sudah Dijual dan Diblokir, tapi Masih Dikirim Surat Tilang Elektronik

Bukti tilang ETLE yang salah sasarandok.Istimewa Bukti tilang ETLE yang salah sasaran

Padahal, mobil yang dimaksud sudah dijual dan diblokirnya pada empat tahun lalu, yang langsung dilakukan setelah berpindah kepemilikan karena dijual.

Menanggapi hal terkait, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan bahwa kejadian itu mungkin saja bisa terjadi karena perubahan datanya belum masuk ke database.

"Kalau memang sudah diblokir, mungkin memang belum terjadi perubahan kepemilikan di database Regident Ranmor," katanya saat dihubungi oleh Kompas.com, Minggu (20/3/2022).

Pernyataan serupa juga dinyatakan oleh pihak Bapenda. Kemungkinan lainnya, pembeli baru belum melakukan balik nama sehingga dokumen penting itu dikirimkan ke data yang masuk terakhir.

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2022 Usai Laga di Sirkuit Mandalika

Ilustrasi kamera tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).TRIBUNNEWS.com/JEPRIMA Ilustrasi kamera tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Oleh karenanya, Sambodo mengimbau kepada semua pemilik kendaraan yang mendapatkan surat tilang elektronik untuk segera konfirmasi yang dilakukan secara online ataupun offline.

"Sebaiknya tiap pengendara terkena ETLE segera untuk konfirmasi ke Posko ETLE baik secara online maupun datang langsung offline di Subdit Gakkum Pancoran," lanjut Sambodo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.