Alasan Sabuk Pengaman pada Mobil Hanya Melingkari Bahu dan Pinggang

Kompas.com - 18/03/2022, 19:31 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Sabuk pengaman atau safety belt menjadi salah satu fitur keselamatan yang ada di setiap mobil.

Setiap kursi, baik itu penumpang atau pengemudi, bahkan baris kedua dan ketiga akan dilengkapi dengan sabuk pengaman.

Bila diamati, setiap sabuk pengaman yang ada di mobil selalu memiliki pola yang serupa, yaitu melingkari bagian bahu dan pinggang.

Baca juga: Prestasi 2021 Jadi Modal Mitsubishi Tingkatkan Inovasi Layanan

Kondisi tersebut buka tanpa sebab, pasalnya ada alasan mengapa sabuk pengaman dirancang dengan pola demikian. 

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan,
faktor keselamatan menjadi alasan kuat mengapa sabuk pengaman melintang dari bahu ke pinggang.

Safety belt pada mobil memiliki dua titik penting yang harus dilindungi, yaitu lap belt atau tali yang melintang di tulang pinggul dan shoulder belt yaitu tali yang berada melintang di tulang bahu,” katanya baru-baru ini pada Kompas.com.

Ilustrasi sabuk pengaman pesawatShutterstock/MIA Studio Ilustrasi sabuk pengaman pesawat

Sony menjelaskan, keduanya tersebut merupakan tulang terkuat pada struktur badan manusia. Oleh karena itu, dengan menahan kedua tulang ini menggunakan sabuk pengaman sangat tepat untuk mencegah tubuh alami cedera yang parah apabila terjadi kecelakaan.

Dengan menggunakan sabuk pengaman yang melingkar dari bahu ke pinggang, tubuh akan terhindar dari benturan atau terpental jika mobil bermanuver ekstrim secara mendadak.

Baca juga: Konsumsi BBM di NTB Diprediksi Naik 15 Persen Saat MotoGP Mandalika

Karena punya tujuan sangat penting, maka dari itu hingga saat ini bentuk sabuk pengaman akan mengunci tiga titik, Titik pertama di dekat bahu dan di kedua sisi pinggang.

Jika mobil alami kecelakaan, kedua tulang tersebut mampu jadi tumpuan untuk menahan menahan tubuh penggunanya.

“Sabuk pengaman fungsinya mengurangi potensi cedera fatal para penumpang akibat benturan bila mobil alami tabrakan,” tutup Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.