Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awal Mula Bus dengan Bagasi Lega

Kompas.com - 22/02/2022, 12:02 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.comBus di Indonesia saat ini terus berkembang, bahkan salah satu fitur yang ditawarkan karoseri adalah bagasi yang sangat lega. Saking leganya, bagasi bus kini bisa memuat motor.

Bagasi bus yang lega ini bisa ditemui pada model bodi bus MHD atau SHD. Selain itu, sasis yang digunakan juga khusus, harus model bogey sehingga bisa dibuatkan space frame sebagai bagasinya.

Berbeda dengan model ladder frame, sasis bus dengan space frame punya bagasi yang tembus dari kiri ke kanan. Sedangkan model ladder frame, di bagian tengah bagasi ada batang sasis yang mengurangi volume bagasi.

Baca juga: Tugas Berat Pengemudi Bus, Wajib Diimbangi Istirahat Rutin

Lalu kapan model bus dengan bagasi lega ini mulai muncul di Indonesia?

Design Development karoseri New Armada Deddy Hermawan mengatakan, tren bus dengan bagasi tinggi yang menjadikannya sangat lega sudah ada sekitar tahun 2016.

“Pada tahun 2016, New Armada mengeluarkan bus Evolander Highdeck-panoramic double glass yang tingginya sekitar 3,8 meter. Setahun kemudian, membuat Evolander SHD yang tingginya 3,87 meter,” ucap Deddy kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Menggeser Tuas Transmisi Mobil Matik Jangan Sembarangan

Permintaan bus yang dimensinya semakin tinggi ini karena permintaan dari customer. Para pemesan bus sudah mulai tahu perkembangan bodi bus di luar negeri yang punya bagasi lega, sehingga menginginkannya.

“Bus tinggi ini hanya tren saja. Penumpang juga ingin update bahwa yang mereka naiki atau sewa itu bus yang paling baru, meski cuma modelnya saja,” kata Deddy.

Lalu soal bagasi ekstra lega, memang keinginan dari customer. Bagasi yang lega, selain mengangkut barang bawaan penumpang, bisa juga untuk membawa barang kiriman dalam bentuk paket.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau