Kompas.com - 18/02/2022, 19:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebocoran pada ban kendaraan jadi hal yang tidak diinginkan semua orang. Selain merepotkan, dalam kondisi tersebut pengemudi rawan mengalami tindak kriminalitas.

Karena itu, muncul berbagai teknologi dan pengembangannya agar ban yang bocor tetap bisa digunakan untuk melaju. Salah satunya yakni cairan atau pasta anti bocor.

Pasta tersebut dimasukkan ke dalam ban hingga menyelimuti seluruh permukaan dalam. Ketika ban tertusuk benda tajam, pasta akan tertarik menutup lubang yang timbul berkat tekanan udara dalam ban.

Baca juga: Belok Mendadak, Kebiasaan Pengendara Motor yang Bikin Celaka

Meski begitu, pasta anti bocor ini terhitung teknologi lama. Bambang Widjanarko, Independent Tire & Rim Consultant, menuturkan bahwa penggunaan pasta anti bocor memiliki sejumlah konsekuensi.

Ilustrasi proses spooring ban mobil.liveabout.com Ilustrasi proses spooring ban mobil.

"Itu adalah cara lama yang pernah populer di awal tahun 2000-an. Namun cara tersebut memiliki konsekuensi. Ban yang dimasuki, pastanya akan belepotan di dalam," kata Bambang kepada Kompas.com, Jumat (18/2/2022).

Bambang menjelaskan, pasta tersebut tidak akan menempel rapi di permukaan. Sehingga ketika ban dilepas dari pelek, kedua komponen tersebut akan dalam kondisi yang kotor.

Selain itu, konsekuensi lain dari penggunaan pasta anti bocor adalah ban jadi sulit di-balancing. Meski berulang kali melakukan balancing, ban tidak akan mendapatkan titik tengah keseimbangan.

Baca juga: Tempuh 142 Km, Seberapa Irit Konsumsi BBM All New Xenia 1.5 R CVT?

Menurut Bambang, kondisi tersebut akibat pasta yang dimasukkan ke dalam ban akan terus bergerak saat di-balancing. Dengan kata lain, aspek handling atau pengendalian kendaraan ikut dikorbankan ketika menggunakan pasta tersebut.

Berkaca dari sejumlah konsekuensi yang ada, pabrikan ban lantas membuat pengembangan teknologi berdasarkan cara kerja pasta anti bocor.

Ilustrasi seal inside tireIstimewa Ilustrasi seal inside tire

 

Teknologi ini diberi nama seal inside tire. yang mana ban diolesi secara merata dengan material mastic agar tidak mudah menggumpal.

Ketika ban mengalami kebocoran, cairan sealant yang sudah dioleskan akan menutupi lubang yang ada berkat tekanan udara. Sama seperti cara kerja pasta anti bocor, namun tanpa ada konsekuensi serupa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.