Hanya Terpaksa, Begini Cara Aman Pengendara Motor Melintasi Banjir

Kompas.com - 19/01/2022, 11:02 WIB
Warga mendorong motornya yang mogok saat melintasi banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANWarga mendorong motornya yang mogok saat melintasi banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir.


JAKARTA, KOMPAS.com - Curah hujan tinggi yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia belakangan ini menyebabkan banjir pada beberapa titik tertentu.

Tak jarang pengendara sepeda motor yang terpaksa harus melewati banjir untuk sampai ke tempat tujuan. Padahal, langkah tersebut berpotensi membuat motor mogok.

Meski tidak disarankan, tetapi ada teknik khusus yang bisa dilakukan pengendara motor jika terpaksa melewati genangan air yang tinggi atau banjir.

Baca juga: Mobil Terendam Banjir, Hitung Estimasi Biaya Perbaikannya

Namun sebelum itu, pemilik kendaraan harus mengetahui dulu batas aman motornya untuk melewati banjir.

Asep Suherman, Kepala Bengkel Honda AHASS Daya Motor Cibinong, Sawangan dan Megamendung mengatakan, banjir dengan tinggi sekitar seperempat roda masih aman untuk dilewati.

“Kuncinya, sebisa mungkin gas jangan sampai tertutup. Jika posisi gas tertutup saat melewati banjir, dikhawatirkan membuat air masuk ke mesin atau ruang bakar lewat lubang knalpot,” ujar Asep belum lama ini kepada Kompas.com.

Sejumlah pengendara berusaha menerobos genangan air di Jalan Stasiun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/11/2021). KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI Sejumlah pengendara berusaha menerobos genangan air di Jalan Stasiun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/11/2021).

Asep melanjutkan, jika air sampai masuk ke ruang bakar, efeknya bisa fatal. Bukan cuma mati mesin, tetapi motor juga bisa mengalami water hammer.

“Efek dari water hammer itu menyebabkan setang piston bengkok, jadi harus dihindari,” kata Asep.

Sementara untuk motor matik, bisa dengan cara menggantung gas atau menahan putaran mesin. Sehingga, motor selalu dapat momentum untuk melaju dan air tidak masuk melalui knalpot.

Baca juga: Lelang Mazda CX-5 Rakitan 2019, Buka Harga Mulai Rp 470 Juta

“Untuk motor matik, sebisa mungkin air tidak mencapai boks filter udara yang terletak di sekitar CVT,” ucapnya.

Meski begitu, Asep mengimbau, pengendara motor sebisa mungkin untuk tidak menerobos banjir.

“Jika tidak yakin atau ada jalan lain, lebih baik putar balik dan pilih jalan yang bebas banjir,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.