Gaikindo Sebut Tantangan Industri Otomotif di 2022

Kompas.com - 28/12/2021, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan tantangan industri otomotif tahun depan (2022). Satu diantaranya, adalah pertumbuhan ekonomi pada masa pemulihan imbas pandemi Covid-19.

"Tantangan yang besar bagi pelaku industri otomotif ialah pertumbuhan di sektor ekonomi. Kita harapkan, aspek tersebut terus meningkat dan dapat stabil di angka 5 persen," kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto, Senin (27/12/2021).

Menurutnya, apabila tingkat ekonomi nasional bisa sesuai yang diharapkan pemerintah RI atau bertahan di angka 6 persen, akan berdampak terhadap seluruh lini industri otomotif pada 2022.

Baca juga: Gaikindo Optimistis Tahun 2022 Penjualan Mobil Baru Tembus 900.000 Unit

Ilustrasi penjualan mobil.AUTONEWS Ilustrasi penjualan mobil.

Tidak hanya soal penjualan, tetapi juga produksi baik di manufaktur serta industri kecil menengah (IKM) pendukungnya.

"Itu sangat bagus berarti ekonomi Indonesia bergulir, tentu diperlukan kita harap capaian tersebut dapat mengundang sejumlah investor melalui investasi dari luar dengan bebagai pembangunan infrastruktur," kata dia.

Hal tersebut membuat sejumlah pembangunan infrastruktur yang berjalan ditambah harga komoditas terus meningkat.

"Akibatnya kebutuhan itu sangat dibutuhkan dalam cukup sangat luas, jadi kebutuhan alat angkut darat mulai meningkat," ujar Jongkie.

Untuk sebaran angka penjualan industri otomotif, tak hanya di Pulau Jawa. Gaikindo menilai penjualan tersebut telah merata di Sumatra dan kalimantan.

Baca juga: Crowd Free Night Saat Tahun Baru, Berlaku di 10 Kawasan

Banyak orang penasaran dengan Veloz terbaru di booth Toyota pada GIIAS 2021.Dok. TAM Banyak orang penasaran dengan Veloz terbaru di booth Toyota pada GIIAS 2021.

"Di sana juga ada pembangunan infrastruktur dari bandara, pelabuhan, dan lainnya ini kan sama-sama bergerak dan kita ke depan berharap sebaran ini kendaran meningkat didorong penjualan hingga PPnBM-DTP," katanya.

"Kita juga berharap, insentif terkait terus dilanjutkan sehingga pemulihan sektor otomotif bisa optimal," kata Jongkie, menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.