Jangan Ditiru, Ini Ragam Kecerobohan Pengguna Jalan Saat Musim Hujan

Kompas.com - 17/12/2021, 08:12 WIB
Pengendara mobil melintasi genangan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Minggu (2/2) pagi menyebabkan beberapa ruas jalan di ibu kota tergenang banjir dengan ketinggian 10-50 centimeter. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APengendara mobil melintasi genangan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Minggu (2/2) pagi menyebabkan beberapa ruas jalan di ibu kota tergenang banjir dengan ketinggian 10-50 centimeter.

JAKARTA, KOMPAS.com – Musim hujan sudah mulai merambah daerah Jakarta dan sekitarnya. Perlu diketahui, berkendara atau mengemudi di saat jalan basah berbeda dengan kondisi kering.

Tetapi, ada saja pengendara yang ceroboh ketika berkendara di saat hujan. Misalnya seperti mengebut atau kelakuan lainnya yang sebenarnya membahayakan dirinya sendiri.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, salah satu kecerobohan pengendara motor yang dilakukan saat musim hujan yaitu berkendara layaknya saat jalanan kering.

Baca juga: Begini Syarat Bepergian Selama Libur Nataru 2022

Pengendara sepeda motor menerobos banjir di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (23/11/2021)Kompas.com/Tresno Setiadi Pengendara sepeda motor menerobos banjir di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (23/11/2021)

“Dengan pikiran seperti itu, kecepatan motor malah disamakan seperti saat kering, akhirnya terjadi selip berujung tabrakan. Ada juga yang tidak membawa jas hujan, jadi malah berteduh di bawah jembatan yang membuat macet,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Sedangkan untuk pengemudi mobil, kecerobohan yang dilakukan adalah mengabaikan kecepatan. Ketika jalanan basah ditambah mobil yang berjalan dalam kecepatan tinggi, risiko terjadinya aquaplaning juga meningkat.

Baca juga: Sirkuit Sentul Bisa Gelar MotoGP, tapi Bukan dalam Waktu Dekat

“Selain itu ada juga yang mengaktifkan lampu hazard padahal tidak dalam kondisi bahaya. Kemudian perlu juga menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas,” kata Sony.

Misalnya ketika hujan lebat, kecepatan 50 kpj itu sudah termasuk kencang atau over speed. Jadi pengemudi harus menyesuaikan dengan arus lalu lintas, kadang harus melambat mengikuti pengendara lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.