Sales Janjikan Jimny Inden Cepat tapi Lebih Mahal, Suzuki Sebut Itu Ilegal

Kompas.com - 15/11/2021, 16:30 WIB
Suzuki Jimny kei car berkapasitas mesin 658 cc 3-silinder turbocharged. CARSCOOPS.comSuzuki Jimny kei car berkapasitas mesin 658 cc 3-silinder turbocharged.

TANGERANG, KOMPAS.com - Sejak diluncurkan pada 2019, hingga saat ini, inden Suzuki Jimny di Tanah Air masih tinggi. Konsumen yang berniat untuk membeli Jimny saat ini mungkin baru bisa mendapatkan pesanan hingga 3 tahun ke depan.

Namun praktik di lapangan ternyata berbeda. Konsumen bisa mendapatkan unit lebih cepat dari perkiraan, asalkan rela membayar dengan harga yang lebih ditinggi dari harga normal. Hal ini diungkapkan oleh satu pramuniaga Suzuki di GIIAS.

“Kalau mau cepat bisa saja, namun harganya kita upping (upping price). Harga normalnya sekitar Rp 411 juta untuk yang transmisi otomatis, kalau mau cepat bisa tembus Rp 520 jutaan,” ucap pramuniaga tersebut di GIIAS, Minggu (14/11/2021).

Baca juga: Beda dari Tahun Lalu, Tidak ada Razia Selama Operasi Zebra 2021

Mirisnya, meski harga sudah jauh lebih mahal, ketika ditanya waktu pengiriman, pramuniaga tersebut juga tak bisa memastikan kapan unit tersebut akan di delivery ke konsumen.

Terkait praktik ini, Head of 4W Brand Development & Marketing Research PT SIS Harold Donnel mengatakan, pada prinsipnya perusahaan tidak merestui praktik upping price.

“Dalam mekanisme pasar ekonomi, hal tersebut bisa saja terjadi. Secara teori, faktor ekonomi supply dan demand bisa membuat hal itu. Ketika supplai lebih kecil dari permintaan kecil maka kecenderungan harga bisa terkontrol baik atau bahkan malah naik,” ucap Harold kepada Kompas.com, Senin (15/11/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suzuki Jimny GIIAS 2021Kompas.com/APRIDAMEGANANDA Suzuki Jimny GIIAS 2021

Namun, lagi-lagi ia menegaskan bahwa praktik tersebut tidak dilegalkan oleh perusahaan.

“Kita harus menginvestigasi lebih dalam lagi baru bisa mengeluarkan tanggapan, yang pasti itu tidak kita legalkan secara perusahaan. Apakah itu permainan oknum yang ada di bawah atau gimana, kita perlu lihat lagi,” kata dia.

Harold menambahkan, inden Jimny hingga saat ini memang masih mengular sekitar dua tahun ke depan.

Baca juga: Polisi Incar Pengguna Sirine atau Rotator Selama Operasi Zebra

“Secara garis besar kita hanya bisa janji inden sampai dengan dua tahun. Kenapa dua tahun? Karena kita bisa mengirim produk serupa dan sejenis itu dua tahun ke depan, lebih dari itu sudah ada penyegaran dan lainnya, jadi kita tidak bisa menjanjikan,” kata dia.

Sementara untuk alokasi yang diberikan untuk market di Indonesia hanya 50 unit per bulan, yang terbagi rata untuk masing-masing region.

“Jadi, kalau ditanya total indennya berapa tinggal dikali saja,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.