Ketemu Jalan Berlubang Saat Berkendara, Jangan Rem Mendadak

Kompas.com - 03/11/2021, 11:22 WIB
Pengendara melintasi jalan berlubang di Grand Depok City (GDC) Grand Depok City, Depok, Jawa Barat, Rabu, (11/12/2019). Beberapa jalan sepanjang GDC masih berlubang dan bergelombang. KOMPAS.com/M ZAENUDDINPengendara melintasi jalan berlubang di Grand Depok City (GDC) Grand Depok City, Depok, Jawa Barat, Rabu, (11/12/2019). Beberapa jalan sepanjang GDC masih berlubang dan bergelombang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat mengendarai sepeda motor, terkadang dihadapkan dengan jalan yang berlubang. Sebagian pengendara refleks melakukan manuver menghindar atau mengerem mendadak. Padahal, itu sebenarnya cukup berbahaya.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Main Dealer motor Honda Jakarta-Tangerang, Agus Sani, mengatakan, saat kecepatan tinggi kemudian kaget melihat ada lubang di depan, usahakan untuk tidak melakukan pengereman mendadak atau pindah jalur.

Baca juga: Terjebak Aquaplaning, Jangan Langsung Rem Mendadak

"Jangan sampai waktu mengerem mendadak, kita aman tapi yang belakang tidak siap malah menabrak kita atau jatuh karena kaget," kata Agus, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Driver gojek saat memberi tanda jalan berlubang di Jember agar pengendara terhindar dari kecelakaan Kompas.com/istimewa Driver gojek saat memberi tanda jalan berlubang di Jember agar pengendara terhindar dari kecelakaan

Menurut Agus, jika melihat lubang dan kondisi lalu lintas di jalan sedang ramah, sebaiknya terjang saja daripada melakukan pengereman atau menghindari lubang.

"Lubang di jalan biasanya masih bisa dilewati, tidak dalam (seperti off road), maka cukup naikkan punggung dari atas jok, terus kita terjang saja lubangnya. Itu akan lebih efektif dan lubang dibandingkan menghindari lubang," kata Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kucing Menyebrang di Tol, Tabrak atau Rem Mendadak?

Agus menambahkan, untuk melewati lubang di jalan bisa meniru gaya pengendara motocross, yakni dengan sedikit mengangkat bokong dari jok. Agar pegangan di setang dan posisi tubuh tetap stabil, sehingga penguasaan kendaraan masih maksimal.

Jari di tuas remtribunnews.com Jari di tuas rem

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, jika duduk keseimbangannya berkurang, juga berpotensi mencederai pinggang dan punggung.

"Jika saat melewati lubang pengendara duduk maka titik tumpuannya berada di bokong, tapi kalau setengah berdiri maka ada di kaki. Hukum fisikanya, jika titik beratnya makin di bawah maka makin stabil," ujar Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.