Gagal Menanjak, BMW X5 Jatuh ke Jurang

Kompas.com - 25/10/2021, 07:42 WIB
Mobil BMW X5 jatuh ke jurang di Jalan Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngabel, Ponorogo. Doc Korlantas PolriMobil BMW X5 jatuh ke jurang di Jalan Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngabel, Ponorogo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini terjadi kecelakaan tunggal yang menyebabkan BMW X5 jatuh ke jurang di Jalan Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngabel, Ponorogo.

Insiden yang menimpa mobil pabrikan asal Jerman itu diduga terjadi karena pengendara tak menguasai medan.

Kapolsek Ngebel Iptu Eko Murbiyanto menjelaskan, mobil BMW X5 dalam perjalanan pulang dari pemandian air panas di Desa Wagir Lor ke arah Ngebel. Tiba-tiba, mobil itu gagal menanjak dan mesin mati.

“Akhirnya mobil mundur langsung jatuh ke jurang sedalam 15 meter,” ucap Eko, Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: Pemerintah RI Pepet Foxconn untuk Investasi Kendaraan Listrik

Menurutnya Eko, lokasi jatuhnya mobil tersebut memang rawan kecelakaan. Sebab, berada di tikungan. Jika sopir tak paham medan, tentu bisa menjadi masalah. Akibat kecelakaan ini, sopir dan penumpang mengalami luka dan sudah mendapatkan perawatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Media Ponorogo (@mediaonline.ponorogo)

Sementara itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, banyaknya rintangan-rintangan di jalan, membutuhkan skill berkendara dan cara mengambil keputusan yang tepat.

“Jadi pengemudi harus memenuhi standart kompetensi, yaitu paham operasional yang benar dan tahu apa saja yang berpotensi-potensi resiko kecelakaan,” ucap Sony saat dihubungi Kompas.com, Minggu (24/10/2021).

Sony melanjutkan, ketika melewati medan yang ekstrem, lihat risiko-risiko buruk yang menyebabkan potensi kecelakaan, apa saja antisipasinya yang harus dipersiapkan pengemudi. Jika ada alternatif lain atau ragu-ragu sebaiknya urungkan.

Baca juga: Quartararo Ragu Bisa Kunci Gelar Juara Dunia MotoGP 2021 di Misano

“Kemudian berpikir apakah pengemudi memiliki kemampuan secara skill (teknik). Karena mengemudi tidak sekedar memutar setir, ngegas, atau rem,” kata dia.

Terakhir, pahami karakter kendaraannya, perhatikan keseimbangan dan ground clearence, serta kemampuan mesin.

“Jadi tidak bisa kita menyalahkan kondisi jalannya ketika terjadi kecelakaan,” ujar Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.