Efek Buruk Kebiasaan Kaki Kiri Sering Menempel di Pedal Kopling

Kompas.com - 16/10/2021, 10:12 WIB
Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual. Youtube/MaxresdefaultPosisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini masih ada pengemudi mobil manual yang memiliki kebiasaan buruk dengan meletakkan kaki kiri pada pedal kopling.

Padahal tindakan ini berdampak buruk pada komponen mobil manual terutama kampas kopling. Selain itu, tindakan ini juga berpengaruh terhadap kenyamanan mengemudi.

Baca juga: Jegal Avanza-Xenia dan Xpander Facelift, Suzuki Bakal Hadirkan Ertiga Varian Baru

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna mengatakan, saat kaki kiri diletakkan pada pedal kopling bisa menyebabkan kopling merilis sekitar 20 persen.

“Jadi meskipun hanya diletakkan di atas pedal kopling tetap merilis 20 persen. Kalau 100 persen sekalian malah tidak apa-apa karena tidak berjalan sekalian,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ilustrasi kampas kopling mobilNisa Maulan Shofa Ilustrasi kampas kopling mobil

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suparna juga menjelaskan, kebiasaan buruk ini biasa dilakukan oleh kaum wanita terutama ibu-ibu yang mengendarai mobil dengan transmisi manual.

Jika kebiasaan buruk ini terbiasa dilakukan, bukan tidak mungkin kampas kopling akan lebih cepat aus. Hal ini disebabkan kopling menjadi slip saat mesin bergerak plat kopling dan flywheel, cover kopling menyatu.

Baca juga: 90.000 Orang Bikin SIM via Aplikasi Sinar

Kopling akan terus tergerus, tergesek, setiap kali mobil dipakai. Padahal, seharusnya kopling baru akan tergerus saat perpindahan gigi,” kata Suparna.

Padahal menurut Suparna, usia rata-rata kopling mencapai 80.000 kilometer, tetapi jika kebiasaan meletakkan kaki di atas pedal rem terus dilakukan bisa jadi sebelum masa usia itu kopling sudah harus diganti.

Jika kondisi kopling sudah aus, maka harus dilakukan satu paket dengan cover koplingnya. Karena, jika hanya dilakukan penggantian pada komponen kampasnya saja akan membuat umur kampas juga tidak lama.

Ilustrasi kopling mobil transmisi manual Ilustrasi kopling mobil transmisi manual

Hal ini disebabkan permukaan cover kopling yang sudah lama dan tidak diganti akan tidak rata, kondisi ini akan berpengaruh pada kinerja kopling.

Baca juga: Viral, Video Isuzu Panther Alami Diesel Runaway di Jalan Tol

“Kemampuannya tidak akan maksimal, paling setelah 40.000 kilometer sudah diganti. Karena permukaan cover kopling yang lama ini tidak rata, sehingga kontak dengan kampas kopling juga tidak akan maksimal 100 persen,” ucap Suparna.

Selain menyebabkan komponen kampas kopling lebih cepat aus dan membutuhkan biaya lebih untuk perawatan, kebiasaan ini juga menyebabkan kaki lebih mudah lelah saat berkendara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.