Viral, Video Sekelompok Pengendara Motor Geber Knalpot di Flyover

Kompas.com - 02/10/2021, 12:42 WIB
Viral sekelompok pemuda menggeber-geber knalpot brong di atas flyover Pasupati Bandung instagram.com/beritakotabandungViral sekelompok pemuda menggeber-geber knalpot brong di atas flyover Pasupati Bandung

 


JAKARTA, KOMPAS.com - Viral video di media sosial yang memperlihatkan sikap arogan sekelompok pengendara motor di atas flyover Pasupati, Bandung.

Dalam video yang diunggah oleh akun @beritakotabandung, sekelompok pemuda tersebut terlihat memadati sisi kiri jalan flyover Pasupati sambil menggeber motornya. Salah satu pemuda bahkan sambil memegang smokebomb sambil berjoget-joget di atas motor.

“Puluhan pemuda menggeber-geber motor dengan knalpot brong dan menyalakan hand smokebomb di atas flyover Pasupati, Bandung. Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat (1/10) sekitar pukul 03.30 WIB subuh. Belum diketahui maksud dan tujuan puluhan pemuda tersebut,” tulis keterangan dalam unggahan video itu.

Baca juga: Ganjil Genap di Depok Belum Berlaku Akhir Pekan Ini

Menanggapi hal ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, orang yang geber kendaraan dengan menggunakan knalpot racing hingga membuat orang lain tidak nyaman ialah salah satu contoh bahwa orang tersebut tidak punya empati.

“Kalau sekarang masyarakat marah, kita lihat ialah bentuk keresahan masyarakat. Sebab orang yang geber-geber itu sudah miskin empati dan itu menimbulkan pelanggaran lain,” ujar Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Berita Kota Bandung (@beritakotabandung)

Selain itu, berhenti di atas flyover juga termasuk sebagai pelanggaran lalu lintas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam pasang 287 ayat (3) dijelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan gerakan lalu lintas atau tata cara berhenti dan parkir dapat dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda Rp 250.000.

Pengendara yang berhenti sembarangan dan mengakibatkan kecelakaan bisa dijerat dengan pasal pidana.

Kemudian di dalam pasal 310 ayat (1) dikatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dan kerusakan kendaraan dapat dipidana enam bulan atau denda Rp 1 juta.

Ilustrasi knalpot berisik atau knalpot brong. KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN Ilustrasi knalpot berisik atau knalpot brong.

Sementara itu, menyoal aturan penggunaan knalpot racing atau knalpot brong, sudah tertulis dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.