Mulai Tahun Depan, Ini Kelebihan Pembayaran Tol Tanpa Sentuh

Kompas.com - 13/09/2021, 09:22 WIB
Sistem transaksi jalan tol tanpa henti berbasis MLFF akan mulai uji coba 2022 PT JTD JAYA PRATAMASistem transaksi jalan tol tanpa henti berbasis MLFF akan mulai uji coba 2022

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, pembayaran tol tanpa sentuh mulai diberlakukan September 2022. Melalui sistem ini, diklaim selain meningkatkan efektivitas juga mampu mengurangi polusi dan emisi karbon di pintu tol.

Lebih lanjut, efektivitas tersebut akan mencapai 35 persen. Ini berbanding lurus terhadap pengurangan kemacetan di gerbang tol yang menyebabkan antrean kendaraan bermotor.

"Implementasi Multi Lane Free Flow (MLFF) akan dilakukan secara bertahap mulai September 2022 dan penuh di 2023 dengan berbagai manfaat yang akan kita ukur terus menerus,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2021, Bagnaia Menang, Quartararo Terus Memimpin

Penerapan sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis multi-lane free flow (MLFF) awal Tahun 2022.BPJT Penerapan sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis multi-lane free flow (MLFF) awal Tahun 2022.

Upaya ini, menurut Danang, termasuk juga mendukung digitalisasi terhadap pembayaran dengan membuka seluruh opsi pembayaran yang bisa dipantau secara realtime.

Sehingga di satu sisi bisa meningkatkan efisiensi biaya operasional tol dengan jaminan penerimaan 100 persen pendapatan tol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

MLFF juga diyakini bisa menghemat waktu 30 detik sampai 5 menit yang biasanya digunakan untuk bertransaksi di gerbang tol dan mengurangi emisi sampai dengan 35 persen.

Dengan memanfaatkan konektivitas telepon pintar dan satelit, nantinya palang dan gerbang tol tidak lagi diperlukan.

Pengguna jalan tol nanti dapat masuk dan keluar jalan tol tanpa hambatan. Sementara, tarif tol nantinya akan terpotong otomatis dari saldo pengguna melalui aplikasi yang berfungsi sebagai On Board Unit (OBU) elektronik atau e-OBU saat melewati sensor akses masuk tol.

Baca juga: Ketahui Bahaya Mengemudi di Waktu Dini Hari

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna disaksikan Wakil Direktur Utama LMS Hudaya Arryanto (kedua dari kanan) menerima kartu tol setelah diberlakukan uji coba sistem integrasi pembayaran tol di Gerbang Tol Palimanan, Tol Cikopo-Palimanan, Senin (13/6/2016). 
Dokumentasi PT LMS Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna disaksikan Wakil Direktur Utama LMS Hudaya Arryanto (kedua dari kanan) menerima kartu tol setelah diberlakukan uji coba sistem integrasi pembayaran tol di Gerbang Tol Palimanan, Tol Cikopo-Palimanan, Senin (13/6/2016).

Penerapan MLFF juga akan menggunakan teknologi GNSS untuk mengenali dan menentukan posisi kendaraan yang masuk ke jalan tol.

"Tarif tol nantinya akan terpotong otomatis dari saldo pengguna melalui aplikasi yang berfungsi sebagai OBU elektronik atau e-OBU saat melewati sensor pada akses masuk tol," kata Project Manager Supply Chain and Business Relation PT Roatex Indonesia Toll System Emil Iskandar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.