Ini Alasan Kenapa Jangan Pakai Bahu Jalan Tol untuk Menyalip

Kompas.com - 04/09/2021, 13:42 WIB
Ilustrasi jalan tol. Dok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk.Ilustrasi jalan tol.

JAKARTA, KOMPAS.comJalan tol pada umumnya terdiri dari dua sampai tiga lajur. Setiap lajur punya peruntukannya masing-masing, misalnya seperti lajur kanan yang digunakan hanya untuk mendahului.

Namun kondisi jalan tol yang ramai, beberapa orang memilih untuk menyalip dari bahu jalan. Bahu jalan dianggap sepi sehingga bisa digunakan untuk menyalip kendaraan yang lambat.

Padahal bahu jalan dibuat bukan sebagai tempat untuk mendahului. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ada beberapa hal yang membuat bahu jalan tidak aman dipakai untuk menyalip.

Baca juga: Bahas Seberapa Spesial Spesifikasi Aspal Sirkuit Mandalika

Ilustrasi jalan tol Jakarta-Cikampek.DOK. JASA MARGA Ilustrasi jalan tol Jakarta-Cikampek.

“Pertama, bahu jalan itu di luar marka dan terbuat dari alas kerikil. Tempat tersebut dipersiapkan untuk kendaraan rusak dan harus berhenti atau dalam kondisi darurat,” ucap Sony kepada Kompas.com, Sabtu (4/9/2021).

Selain itu, bahu jalan juga digunakan untuk kendaraan darurat seperti ambulans untuk melintas saat jalan tol macet. Jika digunakan dalam kecepatan tinggi, untuk menyalip misalnya, ada risiko mobil tergelincir atau selip.

Baca juga: Perpanjangan Diskon PPnBM Jadi Dilema, Penjualan Mobil Bisa Terdampak

“Bahu jalan itu licin karena alasnya kerikil dan banyak debu. Kecepatan 60 kpj saja mobil pasti goyang, tapi kadang pengemudi enggak sensitif jadi tetap digas. Selain itu elevasinya juga berbeda dengan jalan utama, lebih miring karena untuk pembuangan air,” kata Sony.

Kedua, bahu jalan relatif lebih sempit lebarnya, jadi tidak aman kalau digunakan untuk mendahului. Terakhir, banyak pengemudi di lajur kiri yang kaget ketika disalip mobil dari bahu jalan, sehingga bisa membahayakan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.