Hindari Kerusakan Mesin Mobil, Kuncinya Ada di Oli

Kompas.com - 03/09/2021, 15:41 WIB
Pelumas kendaraan www.netwaste.org.auPelumas kendaraan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali mengumumkan untuk melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4,3, dan 2 dalam upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kebijakan tersebut akan diperpanjang hingga 6 September 2021.

Hal ini tentu memilik dampak bagi kendaraan yang hanya terparkir di garasi lantaranya pemiliknya melakukan pekerjaan dari rumah atau Work From Home (WFH), sebagaimana yang telah diimbau oleh pemerintah.

Salah satu komponen yang harus diperhatikan adalah oli mesin. Sebab, oli mesin memegang peran sangat penting meskipun kendaraan bermotor tidak dipakai dalam jangka waktu lama.

Baca juga: Biaya dan Syarat Bikin SIM A per September 2021

Mobil jarang dipakai untuk beraktivitas saat pelaksanaan aturan PPKM beberapa bulan ini, bukan berarti perawatan kendaraan terutama mengganti oli mesin bisa diabaikan mengingat fungsi dari pelumas yang sangat vital dan risiko masalah kalau sampai alpa menggantinya sesuai aturan,” ucap Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000, Jumat (3/9/2021).

Kebanyakan dari pemilik mobil hanya tahu fungsi dari oli mesin adalah sebagai pelumas antar komponen mesin yang saling bergesekan untuk mengurangi risiko aus sehingga dapat bergerak secara optimal sepanjang waktu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Auto2000Auto2000 Auto2000

Dalam prosesnya, oli melarutkan kotoran yang ada di dalam mesin dan membawanya ke filter oli untuk disaring.

Kotoran ini timbul dari debu yang masuk melalui celah seal, bisa karena bocor atau sudah kemakan usia, dan akibat gesekan antar komponen dalam mesin berupa serpihan logam halus.

Itulah mengapa filter oli mesin wajib diganti sesuai rekomendasi untuk menjaga kinerjanya supaya tetap optimal.

Fungsi lain dari pelumas adalah membantu mendinginkan mesin di mana panas yang timbul dari gesekan antar komponen di dalam mesin akan diteruskan oleh oli mesin ke dinding blok mesin dan selanjutnya dilepaskan keluar.

Tak kalah penting, senyawa kimia yang terdapat di dalam oli mesin akan mencegah terjadinya karat pada komponen di dalam mesin untuk menjaga usia pakainya.

Struktur senyawa kimia oli mesin pasti akan berubah, sehingga kemampuannya dalam menunaikan tugas ikut menurun seiring beroperasinya mesin mobil.

Apalagi jika sering menghadapi kondisi berat seperti macet parah. Karena tidak bisa bekerja secara optimal dalam melindungi komponen mesin, gesekan akan meningkat dan meninggalkan banyak residu.

Jika dibiarkan, kotoran akan menghambat kinerja mesin selain membuat komponen di dalamnya rusak lantaran fungsi utama oli mesin sudah berkurang.

Residu berlebihan turut mempengaruhi kinerja pompa dan filter oli mesin di mana jika sudah parah dapat mengakibatkan keduanya mampat.

“Kondisi ini juga akan menyebabkan fungsi oli lainnya, seperti membantu melepaskan panas mesin ikut berkurang dan membuat kerja radiator semakin berat. Hanya masalah waktu sebelum akhirnya mesin bermasalah dan rusak parah.” ucap Tara.

Auto2000Auto2000 Auto2000

Membiarkan oli mesin tidak diganti dengan alasan mobil tidak pernah dipakai saat PPKM juga tidak tepat. Sebab, seiring berjalannya waktu, senyawa kimia di dalam oli mesin akan mengalami perubahan terkait proses oksidasi yang secara alami terjadi.

Masalahnya, kandungan air sebagai akibat dari oksidasi pada oli mesin akan meningkat hingga mencapai level yang berbahaya jika didiamkan.

Begitu mesin dinyalakan dan oli bekerja, kontaminasi air akan merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya.

Tinggal masalah waktu sebelum akhirnya mesin mobil bermasalah akibat pelumas gagal melindungi komponen mesin. Ruang mesin juga punya potensi timbul karat karena proses oksidasi.

Jika dibiarkan, karat akan merambat ke berbagai komponen di dalam mesin dan mengakibatkan kerusakan parah.

Baca juga: Begini Memegang Setir pada Mobil dengan Airbag yang Benar

Melihat pentingnya tugas oli mesin, cairan pelumas ini harus selalu dalam radar pengawasan, minimal pemilik mobil mengganti secara berkala setiap 6 bulan.

Dalam hal ini Toyota memberi kemudahan untuk melakukan servis berkala mobil Toyota di rumah dengan memesan layanan THS – Auto2000 Home Service.

Seluruh petugas THS telah divaksinasi, menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Selain itu, Toyota Motor Oli (TMO) yang dipakai sudah memenuhi spesifikasi dan kebutuhan mobil Toyota. Toyota juga memberikan Promo THS Peduli berupa layanan cabin disinfectant secara gratis untuk order THS via Auto2000 Digiroom.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.