Penumpang Meninggal di Dalam Bus, Operator Diminta Taat Protokol Kesehatan

Kompas.com - 23/08/2021, 16:21 WIB
EVAKUASI—Petugas medis mengevakuasi jenazah RAS yang ditemukan meninggal didalam bus tujuan Jakarta-Wonogiri untuk dibawa ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri, Sabtu (21/8/2021). KOMPAS.COM/Dokumentasi Polsek Wonogiri Kota EVAKUASI—Petugas medis mengevakuasi jenazah RAS yang ditemukan meninggal didalam bus tujuan Jakarta-Wonogiri untuk dibawa ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri, Sabtu (21/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang penumpang bus yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Wonogiri meninggal dunia di dalam bus, Minggu (22/8/2021).

Melansir dari Kompas Regional, Kapolsek Wonogiri Kota AKP Dwi Krisyanto menjelaskan, korban diduga meninggal di dalam bus saat perjalanan ke Wonogiri.

“Saat bus masuk jalan tol Salatiga, Sabtu (21/8/2021) dini hari, korban diketahui meninggal dunia. Kejadian itu langsung dilaporkan teman korban kepada kru bus Agra Mas,” kata Krisyanto.

Baca juga: Penumpang dari Jakarta Tujuan Wonogiri Meninggal di Dalam Bus, Hasil Swab Positif Antigen

Bus tingkat AKAP milik PO Agra Mas yang dioperasikan melayani rute Jakarta-Jepara.Dokumentasi Agra Mas Bus tingkat AKAP milik PO Agra Mas yang dioperasikan melayani rute Jakarta-Jepara.

Setelah bus sampai di Wonogiri, bus langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonogiri Kota. Menurut Krisyanto, jenazah korban dilakukan pemeriksaan medis dengan standar protokol kesehatan dan tes swab antigen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasilnya didapati korban positif antigen namun tidak ditemukan tanda kekerasan dan penganiayaan. Melihat dari kejadian seperti ini, nampaknya pemeriksaan syarat perjalanan dengan bus malah longgar, padahal pandemi masih melanda.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, kejadian seperti selayaknya menjadi kesadaran bersama, baik calon penumpang maupun operator bus.

Baca juga: Polisi Berencana Kurangi Ruas Jalan yang Terkena Ganjil Genap

Pertama untuk penumpang, harus sadar akan adanya syarat perjalanan ke luar kota dengan bus. Misalnya dengan menyertakan kartu vaksin minimal dosis pertama, hasil negatif Swab PCR maupun antigen.

“Sampai saat ini kami masih mewajibkan antigen sebagai syarat perjalanan,” ucap pria yang akrab disapa Sani kepada Kompas.com, Senin (23/8/2021).

Penumpang bus yang berangkat dari Terminal Bus Kalideres menunjukkan sertifikat Covid-19 sebagai syarat perjalanan.Dok. Terminal Bus Kalideres Penumpang bus yang berangkat dari Terminal Bus Kalideres menunjukkan sertifikat Covid-19 sebagai syarat perjalanan.

Penumpang juga harus sadar akan kondisi fisiknya. Jika memang merasa kurang fit, jangan memaksakan untuk melakukan perjalanan dengan bus.

Beberapa Operator bus nampaknya ada yang mengendorkan syarat perjalanan bagi penumpang. Sani juga mengingatkan agar operator bus sadar dan harus tetap mengikuti syarat perjalanan penumpang yang berlaku.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.