Alasan Bus Double Glass Lebih Diminati di Indonesia

Kompas.com - 16/08/2021, 14:41 WIB
Unit bus AKAP PO Ranajaya asal Blitar yang dikandangkan karena penutupan operasional sementara selama PPKM Darurat 3-20 Juli Feggy RiawandUnit bus AKAP PO Ranajaya asal Blitar yang dikandangkan karena penutupan operasional sementara selama PPKM Darurat 3-20 Juli

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini, bus yang ada di jalanan, kebanyakan menggunakan model double glass atau kaca ganda. Mulai dari bus medium sampai bus besar, pada bagian depan menggunakan dua kaca yang disusun bertumpuk, dipisahkan dengan ‘bando’.

Jika ditelusuri, asal tren double glass ini dimulai pada tahun 2015. Saat itu, karoseri Adiputro memamerkan Jetbus 2+ SHD dengan double glass. Tidak lama, hampir semua karoseri pembuat bodi bus turut mengikuti tren tersebut sampai sekarang.

Memang beberapa karoseri mulai kembali membuat bus kaca tunggal, namun populasi bus double glass tetap paling banyak.

Lalu mengapa bus double glass ini masih banyak di jalan dan diminati oleh penumpang?

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2021, Binder Juara, Quartararo Masih Teratas

Bus AKAP baru PO Sudiro Tungga JayaDOK. NEW ARMADA Bus AKAP baru PO Sudiro Tungga Jaya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manager Design Laksanabus Kusririn mengatakan, penyebab tren double glass menggeser bodi bus lama dengan kaca tunggal salah satunya karena tampilan eksterior yang menarik, karena saat itu masih tergolong hal yang baru.

Bus double glass saat dilihat dari depan, seperti bus double decker atau tingkat, sehingga menarik minat penumpang untuk naik,” ucap Kusririn kepada Kompas.com, Senin (16/8/2021).

Baca juga: Mobil Terbakar di SPBU Gara-gara Ponsel, Ini Penjelasannya

Selain itu, bisa saja muncul rasa bangga dari penumpang saat naik bus double glass karena terbaru dan keren secara tampilannya. Development Design karoseri New Armada Deddy Hermawan pun mengatakan, bus double glass diminati karena sesuai dengan selera masyarakat.

Masyarakat Indonesia sangat kritis terhadap model bus yang karakter bentuk luar (bodi) yang sporty dan gahar, menyiratkan sesuatu yang dinamis,” ucap Deddy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.