Beralih ke Mobil Listrik, Honda Pensiunkan Lebih dari 2.000 Karyawan

Kompas.com - 06/08/2021, 08:22 WIB
Honda e meluncur di Tokyo Motor Show 2019 Azwar Ferdian/Kompas.comHonda e meluncur di Tokyo Motor Show 2019

JAKARTA, KOMPAS.com – Beralihnya industri otomotif dari mesin bakar internal ke tenaga listrik menjadi sebuah keniscayaan. Dampak awal dari transisi ini ternyata pengurangan jumlah pegawai yang tidak selaras dengan teknologi baru.

Menurut laporan Nikkei (5/8/2021), lebih dari 2.000 karyawan di Honda Motor telah mengajukan pensiun dini. Jumlah ini setara dengan 5 persen pegawai tetap yang bekerja di Honda Jepang.

Sebelumnya Honda telah mengumumkan rencana ini kepada para pegawainya sejak April 2021. Program pensiun dini terbuka bagi mereka yang berusia antara 55 hingga 63 tahun.

Baca juga: Penampakan Hyundai Staria Sang Penantang Alphard, Prediksi Harga Rp 800 Jutaan

Penjualan mobil di Jepang mulai susut, konsumen mulai mengurungkan niatnya membeli karena pajak lebih tinggi.www.carscoops.com Penjualan mobil di Jepang mulai susut, konsumen mulai mengurungkan niatnya membeli karena pajak lebih tinggi.

Seperti diketahui, pada April lalu Honda juga berencana untuk hanya menjual mobil listrik dan berteknologi kendaraan sel bahan bakar (fuel cell) mulai 2040.

Honda memang tengah merestrukturisasi tenaga kerjanya untuk bersiap membuat lebih banyak kendaraan listrik dan mobil otonom. Honda melihat pekerja usia muda lebih banyak berhubungan dan relevan dengan teknologi baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam jangka panjang, program pensiun dini akan mengurangi biaya tetap dan meningkatkan profitabilitas. Salah satu faktor pendorongnya, adalah pengeluaran dalam penelitian dan pengembangan mobil listrik disebut tengah meningkat.

Baca juga: Biaya dan Prosedur Lengkap Perpanjang STNK 5 Tahunan

Ilustrasi Pabrik Honda Ilustrasi Pabrik Honda

Belakangan hal ini memang jadi tren di kalangan produsen mobil untuk mengurangi produksi dan penjualan mesin pembakaran internal.

Pada 2019, Nissan Motor mengatakan akan memangkas lebih dari 10.000 pekerjaan di seluruh dunia.

Rencana ini kabarnya akan benar-benar terjadi hampir di semua merek pada 2023. Seiring dengan percepatan peralihan ke EV di seluruh dunia, khususnya di Eropa dan AS.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.