Dishub DKI Sebut PPKM Darurat Efektif Tekan Mobilitas Warga

Kompas.com - 16/07/2021, 12:02 WIB
Suasana arus lalu lintas di kawasan jembatan Kapuas I, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/9/2018) sore. Kawasan jembatan Kapuas I dan jembatan Landak merupakan titik kemacetan di kota Pontianak, terutama disaat jam pergi dan pulang kantor. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKASuasana arus lalu lintas di kawasan jembatan Kapuas I, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/9/2018) sore. Kawasan jembatan Kapuas I dan jembatan Landak merupakan titik kemacetan di kota Pontianak, terutama disaat jam pergi dan pulang kantor. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebutkan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di wilayah Jawa-Bali secara efektif mampu menurunkan arus lalu lintas kendaraan bermotor harian.

Hal tersebut diperolehnya berdasarkan data internal selama 3-14 Juli 2021 dibandingkan ketika berlaku PPKM Mikro satu bulan sebelumnya atau 5-16 Juni 2021.

"Selama periode titu, volume lalu lintas kendaraan bermotor turun sebesar 60,18 persen," ujar Syafrin saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Pentingnya Memanaskan Mesin Mobil Secara Teratur Selama PPKM Darurat

Petugas gabungan lakukan penyekatan di Jalan Raya Jakarta - Bogor, perbatasan wilayah Tangerang Selatan - Jakarta, Selasa (13/7/2021).Dokumentasi Pribadi Petugas gabungan lakukan penyekatan di Jalan Raya Jakarta - Bogor, perbatasan wilayah Tangerang Selatan - Jakarta, Selasa (13/7/2021).

Syafrin menjelaskan, penurunan mobilitas juga terjadi pada tempat-tempat tujuan masyarakat secara umum.

Untuk tempat retail dan rekreasi berkurang 28 persen, toko bahan makanan dan apotek berkurang 12,38 persen, taman berkurang 22,75 persen, serta tempat kerja minus 19,13 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Adapun pusat transportasi umum berkurang 27 persen. Lebih jauh, penurunan mobilitas penumpang harian antar kota antar provinsi (AKAP) juga turun 62,57 persen," ujar Syafrin.

Baca juga: Ini 24 Titik Penyekatan di Kabupaten Banyumas Selama PPKM Darurat

"Rinciannya, jumlah penumpang harian angkutan AKAP pada PPKM darurat adalah 1.968 per hari, sedangkan saat PPKM berbasis mikro 5.257 penumpang per hari," lanjut dia.

Namun kondisi yang berbeda terjadi di area permukiman. Banyak warga bermobilitas di sekitar area pemukiman di saat PPKM Darurat meski Syafrin tak bisa mengatakan secara detil datanya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.