Waspada Aki Soak karena Mobil Kelamaan Parkir Selama PPKM Darurat

Kompas.com - 13/07/2021, 13:12 WIB
Ilustrasi perawatan aki pada mobil personal.neacelukens.comIlustrasi perawatan aki pada mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tengah dijalankan di seluruh wilayah Jawa dan Bali hingga 20 Juli 2021.

Selama masa tersebut, tentu banyak kendaraan pribadi seperti mobil yang terparkir nganggur di garasi rumah. Bagi para pemilik mobil harap waspada mengenai potensi aki yang mulai soak. Terutama jika mobil tersebut tidak pernah dipanaskan hingga hitungan minggu.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, ada istilah teknis cold cranking ampere (CCA) untuk menyebut daya aki dalam menyalakan mesin dalam suhu rendah.

Baca juga: Berkaca dari Kecelakaan Bus di Tol Pemalang, Ini Bahaya Berkendara di Lajur Kanan

Ilustrasi battery tester untuk mengukur CCA pada aki Ilustrasi battery tester untuk mengukur CCA pada aki

"Biasanya menggunakan battery tester sebagai alat untuk memeriksa berapa besar CCA pada suatu aki. Alat itu juga dapat mendeteksi apakah aki dapat di-charge atau sudah harus diganti," kata Didi kepada Kompas.com, Selasa (13/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Didi menuturkan, jika angka CCA yang dihasilkan masih dalam ambang yang tidak terlalu rendah, maka aki bisa segera di-charge.

Namun apabila angka CCA sudah di bawah batas, maka aki wajib diganti karena kemampuannya dalam menyimpan daya sudah sangat berkurang.

Baca juga: Mengenal Suzuki A100, Motor Jadul Peliharaan Gofar Hilman

Aki atau akumulator adalah bagian paling penting pada kelistrikan kendaraan.Febri Ardani/KompasOtomotif Aki atau akumulator adalah bagian paling penting pada kelistrikan kendaraan.

Ia pun mengatakan bahwa proses mengisi daya pada aki mobil bisa dilakukan sendiri di rumah asal sudah memiliki peralatannya.

"Kalau punya alat untuk men-charge aki, bisa dilakukan sendiri. Tentunya dengan melepas terminal plus dan minus yang ada di mobil. Atau bisa dibawa ke bengkel atau toko aki yang melayani charging aki," kata Didi menambahkan.

Didi mengingatkan bahwa proses pengisian daya pada aki ini berbeda dengan aktivitas jumper aki. Jumper hanya bertujuan untuk membantu aki dalam menstarter mesin, bukan mengisi daya aki agar bisa digunakan kembali dengan normal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.