Kapolri Setuju Jalur Sepeda Dibongkar, Pengendara Jaga Jarak Aman

Kompas.com - 17/06/2021, 13:41 WIB
Pengendara sepeda patuh melaju di jalur khusus sepeda dk kawasan Thamrin- Sudirman, Kamis (3/6/2021) KOMPAS.com/MITA AMALIA HAPSARIPengendara sepeda patuh melaju di jalur khusus sepeda dk kawasan Thamrin- Sudirman, Kamis (3/6/2021)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya setuju apabila jalur sepeda permanen yang ada di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, dibongkar.

Ia menyebut ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan antara lain pengaturan rute sepeda, baik sepeda yang digunakan untuk bekerja atau berolahraga.

Pertimbangan lain yaitu soal jam pemberlakuan jalur sepeda, pengaturan luas wilayah jalur sepeda, serta daerah-daerah mana saja yang menerapkan jalur sepeda.

Baca juga: 4 Adab Berhenti di Bahu Jalan Tol Saat Kondisi Darurat

Petugas dari Dinas Perhubungan menjaga jalur sepeda permanen Sudirman, Selasa (6/4/2021).KOMPAS.com/Ihsanuddin Petugas dari Dinas Perhubungan menjaga jalur sepeda permanen Sudirman, Selasa (6/4/2021).

Menanggapi kabar tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berujar bahwa Polri akan mencari formula terbaik, termasuk melakukan studi banding ke beberapa negara terdekat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Terkait jalur sepeda semuanya masih dalam proses uji coba pengkajian, Pak Gubernur belum mengeluarkan keputusan," ucap Riza Megapolitan Kompas.com, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Kapolri Setuju Jalur Sepeda Permanen Dibongkar, Wagub DKI: Masih Dikaji dan Dievaluasi

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani, mengatakan, apakah jalur sepeda dibongkar atau tidak, semua pengendara harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada.

"Kondisi lalu lintas yang dilalui saat kita berkendara memiliki banyak rintangan dan gangguan, sehingga dengan adanya banyak pesepeda di jalan raya seharusnya tidak menjadi masalah," kata Agus kepada Kompas.com, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Polisi Bilang ETLE Tahap Dua Semakin Canggih, Pakai AI

Motor lawan sepedaFoto: Tangkapan layar Motor lawan sepeda

Agus mengatakan, fokusnya ialah tetap waspada dengan adanya pergerakan dari pesepeda. Cara yang paling tepat yaitu dengan menjaga jarak aman.

"Tetap hati-hati dengan gerakan yang tiba-tiba dari pesepeda, karena sepeda tidak memiliki kelistrikan seperti sein dan lampu rem untuk berkomunikasi dengan pengendara di belakangnya," kata Agus.

"Untuk itu selalu jaga jarak aman apabila ada sepeda yang sekitar lingkungan berkendara kita, dan jaga kecepatan agar kita bisa siap menghindar apabila ada gerakan tiba-tiba dari pesepeda tersebut," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.