Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Perlu ke Bengkel, Ini Cara Mudah Deteksi Keausan Kampas Rem Mobil

Kompas.com - 12/06/2021, 15:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rem merupakan komponen penting yang berguna untuk menghentikan laju mobil.

Pake atau tidaknya rem amat bergantung dari ketebalan kampas rem, oleh sebab itu pemilik kendaraan harus tahu bagaimana cara mendeteksi keausan kampas rem pada mobil.

Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong Deni Adrian mengatakan, untuk mendeteksi keausan kampas rem bisa dilakukan dengan cara merasakan, mendengar dan melihat beberapa hal.

Baca juga: Ini 4 Motor Sport Fairing yang Pernah Jadi Idola Remaja 90-an

“Pertama adalah tingkat ke dalaman injakan pedal rem, semakin dalam rem diinjak maka semakin besar potensi keausan pada kampas rem,” ujar Deni kepada Kompas.com belum lama ini.

Untuk mendeteksi hal itu, menurut Deni pemilik kendaraan harus tahu dulu tingkat injakan rem sebelumnya. Bandingkan dengan saat injakan rem masih terasa normal untuk menghentikan laju mobil.

Ilustrasi injakan pedal gas yang pengaruhi besaran angka rpm pada takometer.FMMOTORPARTS.com Ilustrasi injakan pedal gas yang pengaruhi besaran angka rpm pada takometer.

“Rasakan juga getaran yang muncul saat pedal rem diinjak, kampas yang habis sering kali permukaannya tidak rata lagi, hal ini menimbulkan vibrasi akibat bidang yang bersentuhan tidak rata,” kata dia.

Saat kampas rem mulai habis, pemilik mobil biasanya akan mendengar bunyi derit yang timbul dari gesekan logam. Kondisi ini bisa jadi pertanda telah habisnya kemampuan gigit kampas rem.

Baca juga: Harga BR-V dan HR-V di Makassar Usai PPnBM 50 Persen

“Bunyi derit itu akibat gesekan bagian logam kampas rem dan piringan cakram, kalau dibiarkan tidak hanya berbahaya bagi keselamatan, tapi juga dapat merusak cakram,” ucap Deni.

Selain itu, pemilik kendaraan juga bisa mengecek langsung kampas rem dengan membuka roda dan mengintip ketebalannya.

“Atau bisa juga dengan melihat volume minyak rem di tabung reservoir, kalau minyak rem berkurang tandanya kampas rem mulai menipis,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.