Video Bocah Mengeyel Bawa Motor, Orangtua Mesti Lebih Protektif

Kompas.com - 02/06/2021, 08:42 WIB
Ilustrasi wanita hijab naik motor kaskus.co.idIlustrasi wanita hijab naik motor

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak di bawah umur membawa sepeda motor masih sering terlihat di Indonesia. Padahal, perilaku tersebut sangat berbahaya dan melanggar aturan yang ada.

Hal itu seperti video yang tersebar di dunia maya memperlihatkan bocah kelas 6 SD yang sedang ditanyai orang dewasa karena membawa motor.

Baca juga: Untuk Bus, Port USB Lebih Aman daripada Stop Kontak Rumahan

Sambil sesenggukan menahan tangis, anak kecil tersebut mengeyel dan mengatakan bahwa dia sudah boleh membawa motor pribadi. Dia juga tidak takut jika jatuh atau terjadi kecelakaan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Shitpost Nakal Se Indonesia ???????? (@kenakalanhqq)

Agus Sani selaku Head of Safety Riding Promotion Wahana, Main Dealer motor Honda Jakarta-Tangerang, mengatakan, ada alasan khusus mengapa anak kecil belum boleh bawa motor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pengendara motor yang masih di bawah umur rata-rata belum memiliki kemampuan memprediksi bahaya," kata Agus kepada Kompas.com belum lama ini.

Selain kemampuan memprediksi bahaya, emosi anak-anak juga masih sangat labil. Misalnya, jika melihat polisi akan mudah takut dan sehingga punya sikap berkendara yang tidak aman.

Melarang anak di bawah umur mengendarai motor adalah wujud kasih sayang orangtua. Pasalnya, melarang justru dianggap tidak sayang, padahal demi menjaga keselamatan sang anak di jalan.

Agus mengatakan bahwa orangtua memiliki peran paling besar dalam mendidik anaknya mengenai aspek keselamatan di jalan umum. Jangan sampai anak dibiarkan bawa motor, padahal belum becus.

"Tanggung jawab penuh orangtua dalam mengontrol anaknya karena bagaimanapun si anak tidak akan bisa berkendara jika tidak mendapatkan izin dari orangtuanya," kata Agus.

Baca juga: Tak Semua Drat Kaca Spion Motor Sama, Yamaha Beda

Ilustrasi siswa bermotor.Tribun Jogja Ilustrasi siswa bermotor.

Selain itu, dari sisi aturan jelas salah. Salah satu syarat pengendara boleh membawa kendaraan bermotor di jalan raya ialah sudah memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Padahal, semua anggota masyarakat bisa memiliki SIM. Syarat memiliki SIM ialah berumur minimal 17 tahun.

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), menilai bahwa pada usia 17 tahun seseorang sudah dianggap dewasa karena cukup berkembang, baik secara fisik, perilaku, maupun mental.

“Pada usia tersebut, seseorang sudah dianggap mampu untuk fokus, mengambil keputusan yang tepat, dan mampu melakukan berbagai tindakan antisipatif yang diperlukan,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X