Benarkah Deteksi Kerusakan Motor Injeksi Lebih Mudah Dibanding Karburator?

Kompas.com - 28/05/2021, 15:12 WIB
Royal Enfield Rumbler 500 menggunakan mesin 499cc, injeksi, silinder tunggal, 4-tak, berpendingin udara, dengan busi ganda. Tenaga maksimal 27,2 tk @5.350 rpm dan torsi 41,3 Nm @4.000 rpm. Distribusi kemampuan ke ban belakang ditopang sistem transmisi 5-perepatan. Febri Ardani/KompasOtomotifRoyal Enfield Rumbler 500 menggunakan mesin 499cc, injeksi, silinder tunggal, 4-tak, berpendingin udara, dengan busi ganda. Tenaga maksimal 27,2 tk @5.350 rpm dan torsi 41,3 Nm @4.000 rpm. Distribusi kemampuan ke ban belakang ditopang sistem transmisi 5-perepatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem injeksi merupakan sistem pembakaran yang hampir diterapkan oleh semua produk sepeda motor terbaru.

Selain lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar, penggunaan injeksi ternyata juga menjadi keuntungan tersendiri bagi para mekanik.

Kepala Bengkel Honda Bintang Motor Cinere, Ribut Wahyudi mengatakan, mendeteksi kerusakan pada motor injeksi lebih mudah dibanding motor karburator.

Baca juga: Biker Harus Tahu, Ini Pemicu Sepeda Motor Boros Bensin

Sebab, penyetelan pada injeksi sudah diriset dengan mengandalkan komputerisasi. Hal itu berbeda dengan karburator yang penyetelannya masih mengandalkan cara manual dan sangat bergantung dari sang mekanik.

Karburator setting-nya manual berdasarkan feeling dengan putaran mesin tertentu. Kalau injeksi sudah diriset. Kalau ada kerusakan maka indikatornya akan menyala. Sehingga lebih detail kerusakannya di mana kita bisa langsung tahu,” ujar Ribut saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/5/2021).

Suzuki DR 200 S menggunakan karburator dan menganut Euro II.Istimewa Suzuki DR 200 S menggunakan karburator dan menganut Euro II.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan pengalaman, Ribut mengtakan untuk memperbaiki motor injeksi rata-rata menghabiskan waktu 25 menit. Di sisi lain jika tingkat kerusakannya sama, perbaikan kerusakan pada motor karburator bisa memakan waktu 30-45 menit.

“Sistem karburator, kalau feeling saat setting-nya bagus sebenarnya bisa cepat. Tetapi kalau feeling setting si mekaniknya tidak kuat bisa 30-40 menit,” kata dia.

Baca juga: Daftar 10 Mobil JDM Paling Buas yang Pernah Diproduksi

Menurutnya, untuk ukuran mekanik yang minim pengalaman, motor dengan sistem injeksi akan bisa dengan cepat teratasi.

“Kalau karburator, ketemu dengan orang yang masih awam bongkar motor, pasti bermasalah,” ucap Ribut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.