Hati-hati Goyangkan Kendaraan Saat Isi Bensin itu Berbahaya

Kompas.com - 29/04/2021, 07:42 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika mengisi bahan bakar di sebuah SPBU, Anda pasti pernah melihat kebiasaan unik yang dilakukan pemilik kendaraan yakni teknik menggoyang-goyangkan motor atau mobilnya.

Tekniknya pun beragam, ada yang naik belakang bagian mobil. Kemudian ada juga pemotor yang tidak turun saat isi bensin tapi ‘menggenjot’ motor.

Hal itu dilakukan dengan harapan setiap celah yang kosong dalam tangki akan terisi oleh BBM, sehinga membuat tangki bahan bakar penuh dengan sempurna.

Namun, apakah kebiasaan tersebut benar-benar efektif atau hanya mitos belaka?

Baca juga: Optimasi Mesin Motor Harian, NGK Luncurkan Busi MotoDX

Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka Paimin mengatakan, kebiasaan menggoyangkan kendaraan saat mengisi bahan bakar tidak dibenarkan sama sekali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengisi bensin sesuai dengan spek kendaraan agar mesin tetap awetKompasOtomotif Mengisi bensin sesuai dengan spek kendaraan agar mesin tetap awet

“Kebiasaan tersebut sangat tidak dianjurkan, karena ujung nozle (spout nozle) terbuat dari metal sehingga rawan adanya gesekan yang bisa menyebabkan timbulnya percikan api,” ucapnya Paimin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/4/2021).

Paimin melanjutkan, gesekan sekecil apapun bisa memicu listrik statis yang bisa memicu timbulnya percikan api. Ini merupakan hal yang paling dihindari selama berada di SPBU.

Baca juga: Transportasi Umum yang Tidak Layak Bikin Rugi Rp 71 T per Tahun

“Ditakutkan terjadi listrik statis tadi. Karena itu saat mengisi bensin biasanya kita angkat sedikit nozelnya, jadi tidak menyentuh langsung atau istilahnya tidak ada bonding pada nozel dengan lubang tangki,” katanya.

Selain itu, BBM merupakan zat cair yang otomatis akan mengisi setiap celah kosong wadahnya, yang dalam hal ini tangki BBM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.